waterkeberisikan itu menggugahku untuk lebih cepat bangun. di pagi buta itu, dua orang datang kerumah pak haji. tentunya tamu itu membawa kabar sangat penting: laki-laki dan perempuan yang menggendong bayinya.  sepertinya datang dari jauh. dua tas besar dan bungkusan lain berada di sampingnya.
 
baru nyadar, mereka itu anak pak haji yang tinggal di maruyung depok. mereka mengungsi karena mata air sumurnya kering. sudah dua minggu ini ia harus mengusung air dari sumur tetangganya. daya tahannya hanya sampai dua minggu, tanganya pegal-pegal. namun alasan sebenarnya tak ingin selalu merepotkan.
 
tak hanya di maruyung mata air itu habis. tetangga pak haji pun kemarin harus mendalamkan pipa sumurnya. para pengebor sumur mendadak menjadi orang penting akhir-akhir ini.
 
sudah tiga bulan lebih, tak ada air yang jatuh dari langit. baru sadar, saat musim kemarau ini air begitu pentingnya. namun orang-orang abai tak memelihara agar air selalu ada. orang selalu menutup beton setiap jengkal tanah di sekitar rumah dan jalan. air langsung menuju ke laut. apalagi hutan, tinggal cerita yang tertulis dalam sejarah ingatan.
 
padahal mereka tahu manfaatnya, tapi tetap saja merusaknya. :)
 
 beruntung sekali mata air sumur pak haji tak pernah berhenti mengalir. meskipun aku juga meragukan kebersihannya. menurut penelitian, sumber air di jakarta 80 persen tercemar tinja. (coba berapa jarak septitank dengan pipa sumur di rumah?)  mudah-mudahan aja bakteri  coli nya  masih dibawah ambang batas aman.
 
di daerah seperi muara karang dan teluk gong lebih mengenaskan. air sumur mereka berwarna kuning, berbau dan asin. praktis mereka harus mengeluarkan anggaran khusus untuk membeli air. pam, jangan berharap banyak. sejak dulu kala perusahaan pemerintah ini kayaknya tak pernah memuaskan pelangganya.

untuk beli air kemasan, kemampuan kantong masih belum cukup. mungkin lebih baik cuci muka saja daripada harus mandi dengan air yang mereknya aqua atau oasis.

katanya, ketersediaan air di pulau jawa itu hanya 4,5 persen dari total seluruh air di indonesia. berbanding terbalik penghuninya yang sekitar 65 persen dari jumlah penduduk indonesia. pantas aja makin tahun banyak mata air yang mati.  jadi bagaimana gak habis air yang sedikit itu dipakai oleh banyak orang.  itulah kenapa anaknya pak haji mengungsi ke rumah orang tuanya. :)