hidup yang singkat, mari kita rayakan
dailyOctober 18, 2006 6:41 am

pulangjakarta minggu terakhir di pagi menjelang lebaran ini suasananya mulai berubah. jalan-jalan tampak lebih lapang. kesibukan berangsur berpindah menuju ke terminal, stasiun dan bandara.

orang-orang yang ingin kembali ke kampung halamannya. sebelumnya mereka telah memeprsiapkan segalanya. ada yang sejak hari pertama puasa telah sibuk memesan tiket, membeli oleh-oleh. bahkan ada yang mempersiapkan angpao sejak enam bulan lalu.

bagi teman yang deretan  digit saldonya panjang, tak begitu menjadi persoalan. tinggal memesan tiket lewat telepon, web dan  klik, klik klik. beres semuanya.

namun lihatlah teman-teman yang memakai bus atau kereta api kelas bisnis / ekonomi. mereka harus antri sejak subuh, berdesakan di stasiun yang kumuh dan bau. beruntung pihak stasiun membuat panggung dangdut.

sebagian yang lain lebih memilih mengendaraii sepeda motor. diperkirakan tahun ini naik empat puluh persen. bayangkan,  nyaris seribu mil lebih sedapa (pinjam kata-katanya iwan abdurahman) mereka menuju timur.

orang-orang yang "berjihad"  habis-habisan.  

mereka ingin merayakan lebaran bersama "keluarga besar". moment hari raya pagi itu memang seolah tak tergantikan oleh pagi-pagi berikutnya, terutama di ruang makan keluarga. biasanya setelah makanan dihidangkan, bapak dan ibu  paling pertama yang duduk di kursi. lalu anak-anaknya muncul dan puncaknya saat kami, anak-anaknya sungkem, minta maaf.

entah moment seperti itu masih akan berulang berapa kali lagi, karena orang tuaku sudah sepuh. tak lupa mereka mendoakan anak-anaknya supaya dalam keadaan selamat.

adakah kebahagiaan seperti itu yang menyamai?

mungkin itu salah satu alasan kenapa orang-orang merindukan untuk selalu pulang kampung pada hari lebaran. kebahagiaan itu akan terasa lengkap saat bertemu teman-teman lama dengan keluarga barunya.  bercengkerama tentang masa lalu dan yang paling mengasyikan menikmati makanan masa lalu yang tak ada duanya di planet ini: lumbu kobis.. (ini versi mas bangsari.)

cuman memang ada beberapa kawan yang kurang beruntung mempunyai kesempatan seperti itu. terpaksa menghabiskan lebaran dalam cekaman kesunyian yang sangat di tempat kerja. apalagi kebetulan pas "piket" sendirian. lengkaplah semua deritanya.

namun ada juga yang menganggap pulang kampuang di hari lebaran merepotkan dan melelahkan. intinya buang-buang uang belaka.  orang yang ngomong seperti itu mungkion layak diperiksan kewarasannya. 

selamat merayakan lebaran 

bukuOctober 16, 2006 3:35 am

waitingcinta tak sesederhana mengucapkannya. dan perkawinan meruapakan awal padamnya bara cinta, karena telah terungkap semua rahasia. apakah kau meyakinnya?

novel yang memenangi tiga penghargaan ini menceritakan kerumitan cinta yang dialami lin kong dengan isteri pilihan ibunya. lin kong yang seorang dokter perwira militer harus menikahi shuyu liu, perempuan kampung yang seumuran bibinya.

alasanya shuyu rajin dan mau merawat kedua orang tua link kong yang tinggal di kampung. tak ingin mengecewakan orang tuanya, lin yang bertugas di rumah sakit kota menerima permintaan ibunya.

sejak kelahiran puteri pertamanya, hua, lin kong menolak tidur dengan isterinya. dan isterinya tidak pernah menuntut. shuyu orang yang sabar dan setuju apa pun yang dikehendaki lin kong. termasuk ketika lin akan menceraikannya.

sejak menikah, lin tak pernah membawa isterinya ke kota. ia merasa malu karena kaki isterinya yang "diikat" sehingga jalannya terpincang-pincang.  waktu lahir, wajah shuyu dianggap tak rupawan. ia harus mengalami kaki diikat, sebagai kesempatan kedua agar mendapatkan suami yang baik.

memang lin tak pernah mengucap katak kasar padanya. dan selalu mencukupi kebutuhan rumah tangga dan hidupnya. selain itu lin orang yang sabar juga.

diam-diam lin merajut cinta dengan manna wu, kepala perawat di rumah sakit tempat kerjanya. selama bertahun-tahun mereka berpacaran hanya disebatas dalam kompleks.  sesuai peraturan,  laki-laki dan perempuan dilarang pergi berduaan. apalagi berhubungan seks. andai ketahuan mereka akan diberi sanksi. dipindahkan ke luar kota atau di pecat.

lin hanya pulang setiap musin panas untuk menceraikan shuyu. namun keinginan itu selalu gagal karena ben sheng, adik iparnya yang serakah selalu membelanya di pengadilan. kejadian itu berlangsung selama 18 tahun, sesuai lama masa dinasnya di kemiliteran.

peraturan kemileteran menyebutkan, setelah 18 tahun masa tugas, seorang perwira dibolehkan menceraikan isterinya dengan alasan apa pun. kali ini lin berhasil. lalu menikahlah ia dengan manna wu. pada perkawinan keduanya ini, lin ternyata tak mendapatkan kebahagiaan seperti yang diangankannya.

manna wu yang masih muda terllau menuntut untuk selalu ml tiap malam. selain itu lin kong tak menginginkan anak lagi.  konflik lebih rumit menimpa saat manna wu hamil. ia semakin galak dan selalu curiga, benarkah lin masih mencintainya?

ha jin, menulis landskap pedesaan china pada awal abad 20 dengan detail, termasuk budayanya. utamanya makanan yang nyaris semua menunya berasal dari daging babi. bisa jadi sebagian pembaca akan merasa tak nyaman, eneg bahkan muntah.

hanya saja penerjemahannya kok saya merasa aneh.  ada beberapa kata yang aku susah menangkapnya : luka baring ( hal 18), giginya terasa kebas (hal 78), birai jendela (79), tongkat baja pengupak api (283) diantaranya.

selain itu nama-nama desa diterjemahkan (desa angsa misalnya) juga nama-nama orang ( "keledai kedua", "danau" dan "sungai"). hmm… namaku kalau di terjemahkan ke bahasa cina apa ya?.

Judul      :Waiting (Sebuah Penantian)
Pengarang     :     Ha Jin
Penerbit     :     Q Press
Cover image sengaja diambil dari amazon.com. edisi indonesianya desainnya lebih buruk hehehheh

dailyOctober 13, 2006 8:38 am

uang"bulan puasa, bulan penuh rahmat". ini jumat terakhir kami masuk kerja sebelum lebaran. semua karyawan telah mendapatkan thr. besarnya sesuai peraturan pemerintah minimal sebulan gaji.

dan perusahaan kebanyakan hanya memenuhi ketentuan minimal itu, meskipun mampu membayar sepuluh kali lipatnya. bisa dimaklumi, dengan membayar minimal pun, perusahaan tersebut telah mentaati undang-undang.

pernah sekali, saya mendapatkan thr yang besarnya empat kali gaji bulanan. sayang kejadian itu tak pernah berulang sampai sekarang. dan saya memang tak pernah berharap lagi.

untuk opisboi, sopir, kurir dan cleaning service yang merayakan lebaran di kampung, uang tunjangan itu masih kurang. beruntung ada seseorang yang melihat situasi tak nyaman itu. namanya xx, seorang desainer profesional yang punya banyak klien.

sejak kemarin, dia sudah mewartakan lewat email yang subjeknya "berbagi rezeki". ia merasakan opisboi, sopir, kurir dan cleaning service, langsung atau tidak telah membantu kelancaran aktifitas kerjanya. dan ia berterimakasih untuk itu.

lalu ia menyediakan tiga amplop coklat besar yang ditaruh di tempat-tempat "strategis". pertama di mejanya sendiri, lalu di meja kasir keuangan. (oh ya setiap hari jumat kami, semua karyawan antri untuk ambil uang makan dan transport.)

inginnya, setelah tanda tangan dan mengambil uang, teman-teman bisa dengan mudah melihat amplop besar bertuliskan spidol warna hitam. amplop ketiga di taruh di meja sekretaris di ruang yang berbeda, khusus untuk divisi yang berada di ruangan tersebut.

dan andai teman-teman belum sempat atau kelupaan memasukkan uang ke amplop, tak enggan ia akan menghampiri ke masing-masing meja. bahkan kalau tak punya uang kes, bisa mentransfer lewat rekening ke bca nya

sampai waktu yang sesore ini, pengumpulan uang itu belum selesai. semoga saja hasilnya banyak. meskipun nantinya tak seberapa, patut disyukuri.

andai banyak xx yang lain di banyak tempat. andai tak hanya di bulan puasa. andai jumlah yang diberikan lebih besar. andai lebih terorganisir.  yakin deh kita akan merasakan kehidupan yang hampir sama.

berbahagialah orang yang bisa berbagi, namun celakalah orang yang selalu mengharap bantuan orang lain.

:)

dailyOctober 9, 2006 6:02 am

doamenapaki hari puasa ke lima belas, bulan purnama penuh. kemarin malam itu bulan tampak lebih besar sepuluh persen dari yang ku lihat waktu masih kanak-kanak. karena titik orbitnya berada pada jarak yang terdekat dengan bumi.

sudah berapa banyak kalah puasanya? kalau hanya sekedar tidak makan dan minum, saya yakin banyak orang yang lancar puasanya, seberapa hari pun diwajibkan puasa. nasi, sayur dan makanan lain saya kira godaan yang paling remeh. sehingga mcd atau kfc, warteg tak perlu membuat tirai setengah tiang.  

besok malam, nuzulul qoran. di masjid, surau atau mushola sering peristiwa itu dirayakan. malam itu, empat belas abad yang lalu turun al qoran, pedoman hidup orang muslim. di bulan puasa ini, turun juga malam lailatul qodar. malam yang lebih baik dari seribu bulan.

sudah bersiap menyambutnya? bagaimana menyambutnya?

tampaknya orang lebih khusuk dalam menjalankan iabdah. selain salat wajib, salat sunah tahajud dan lainnya. beragam cara orang melakukan kewaiban 5 kali sehari semalam itu. kebetulan, saya mendapatkan ajaran yang sama dengan sholat yang sering aku lihat di masjid-masjid.  umat islam tak mempermasalahkan.

di waru jawa timur, sekelompok orang yang sholat tanpa memalai alas. mereka berdiri, memandang dan mencium langsung ke tanah. tanpa ada tikar atau sajadah. mereka sholat dengan sepatu/sandal terpakai di kakinya. saat ditanya mereka mengeluarkan hadis yang mendukung keyakinannya.

lainlagi di sulawesi barat.  sumardi dan kelompoknya salat dengan bersiul. bacaan-bacaan yang diucapkan pun berbeda dengan yang aku lakukan. sumardi divonis mengajarkan ajaran sesat dan di bui.

di malang  Ustadz muhammad roy mengajarkan salat dengan memakai bahasa indonesia, bukan arab. semuanya tentu saja menentang ajaran yang tak biasa itu. dia di cap juga sebagai penyebar ajaran sesat.

siapa yang berhak memvonis suatu ajaran sesat? bukankah pengalaman spiritual setiap orang berbeda? selama mereka tidak merugikan/ merusak orang lain, hak sepenuhnhya sesorang untuk meyakini ajarannya. entah itu dari Tuhan atau setan. :)

bagaimana? pernah punya pengalaman dengan orang yang mempunyai cara salat berbeda?

dailyOctober 4, 2006 5:04 am

beli bajupuasa menapak sepuluh hari kedua. sudahkah menyiapkan baju baru? (memang harus gitu?) namun andai tak membeli rasanya kurang "lebaran" banget.

membeli baju sendiri baru kulakukan setelah memperoleh pendapatan sendiri. sebelumnya selalu kakak yang kusadarai ternyata sangat baik itu yang melakukan. sampai sekarang aku belum bisa menyamai kebaikannya. dia secara berkala membelikan tak hanya baju, celana, sepatu, kaos dalam bahkan celana dalam yang mereknya hings.

memang sudah sepantasnya merayakan hari kemenangan dengan suka cita.  setelah sebulan berhasil mengalahkan iblis-iblis yang membisikkan rayuan jahat dari segala penjuru arah mata angin.

beruntung di tempat kerja aku mendapat thr ( tunjangan hari raya). sehingga anggaran lebaran lebih bertambah. untuk merayakan kemenangan seberapapun bajet akan selalu kurang. hi hi hi tentu saja ini berlawanan dengan "anjuran" ahli perencena keuangan yang kesohor itu.

selain untuk transport pulang kampuang, bukan saja di negerinya sam kok tradisi angpao berlaku. karena aku keluarga besar, tentu banyak juga keponakan dan keponakin yang "minta jatah".

memang membahagiakan bisa memberi, meskipun hanya sebatas kemampuan. begitu yang aku dengar  pada "great lecture" di metroteve tempo hari.

andai bisa memberi lebih rutin kepada orang-orang yang lebih membutuhkan. anak-anak yang belum membayar uang sekolah, janda-janda tua yang terlunta-lunta atau memberikan kegiatan para pengangguran agar bisa berpendapatan. tentu kebahagiaan besar akan selalu melingkupi.

namun kok berat melakukannya? katanya, bukankah  harta sesungguhnya yang kita miliki adalah harta yang dihamburkan ke orang-orang yang memerlukan?

bicara memang mudah, melaksanakan paling susah. seperti itu mungkin kondisi sebagian besar orang-orang, saya utamanya. karena saya belum menganggapnya sebuah kebutuhan. apalagi aktivitas yang menyenangkan.

beda banget dengan pengeluaran untuk keperluan lainnya, makan dan baju misalnya. bulan puasa, lalu menjadi bulan peningkatan keserakahan diri. :)    saya yakin pengeluaran harian selama bulan puasa lebih boros dibanding hari biasa. tunjangan hari raya berubah menjadi tunjangan habis sehari. waks