pagi buta itu, jam weker yang sudah diset berdering=dering. aku tergagap, tanganku gerayangan menjangkau jam. tit, aku membunuh bunyi itu tanpa berpikir. kepala masih terasa berat, mata berkeriyap lalu menutup perlahan. aku melangkah ke atas awan.
makan sahur kali ini terlewat lagi.
esoknya, kuminta tolong teman untuk menelepon tepat jam 03.00. maklum tak ada tetangga kostnya yang berpuasa. atau jangan-jangan mereka acuh abis. aku tak ingin berprasangka lagi.
berbeda dengan ketika berpuasa di kampuang dulu kala. setiap waktu sahur, remaja-remaja berkeliling memanggil-manggil dengan kentongan kecil. alat dari bambu itu diberi dua lubang sepanjang ruasnya. mereka memukul-mukul dengan cara tertentu sehingga menimbulkan ritme yang teratur.
orang-orang tak akan bangun kesiangan. ketika bunyi itu tak mampu membangunkan salah satu keluarga, mereka akan mendatangi rumah yang belum terasa ada kegiatan itu. barangkali peghuninya hanya kecapekan atau ada masalah lain. begitu akrab dan terbukanya orang-orang di kampungku waktu itu.
beda dengan di metropolitan yang banyak polutan ini kan?
hari ketiga puasa tahun ini, aku belum sekali pun makan sahur. memang kalau hanya untuk sekedar urusan perut, sahur bukanlah hal yang begitu penting. karena aku sudah sering kali berada dalam kondisi "kelaparan".
di tempat kerja pun tak ada rasa malas, ngantuk atau rasa lain yang disebabkan perut kosong. hanya berangkat lebih pagi agar tak haus dan pulang lebih cepat untuk berbuka di kost. benar-benar tak ada perbedaan, kecuali jam kerja yang dimajukan.
salah satu teman menyarani untuk bersahur. dengan makan di pagi buta itu, suasana puasa akan sangat terasa. otomatis kita akan lebih mempersiapkan otak dan hati untuk tetap "bersih". benarkah?
aku googling, menemukan sebuah hadis yang menuliskan: "sesungguhnya makan sahur adalah barakah yang Allah berikan kepada kalian, maka janganlah kalian tinggalkan’" [Hadits Riwayat Nasa’i 4/145 dan Ahmad 5/270).
pada saat jam itu, Tuhan akan meliputi orang-orang yang sahur dengan ampunan-Nya, memenuhi mereka dengan rahmat-Nya. dan malaikat berdo’a kepada Tuhan agar mema’afkan mereka.
asyik nian rupanya. mudah-mudahan besok pagi aku bisa bersahur, walau hanya seteguk aqua, sebiji apel atau sebungkus permen kopiko. mudah sekali sebenarnya untuk masuk surga.



Tuh mas kw juga udah merasakan nikmatnya ramadhan kan…? ya sahur adalah fasilitas yang diberikan Allah supaya puasa kita jadi mudah…maka barabg siapa yang tdk memanfaatkan fasilitas itu berarti dia telah sombong dihadapan Allah.
Bangunlah…walaw seteguk akua dan sepotong roti…lalu tunggulah beduk subuh sebentar…solat dulu…mau tidur lagi boleh masih bisa 1 jam (kali)....
Bulan ini penuh bonus dan hadiah…masa kita lepaskan aja sih….
iya mba. mulai sekarang sudah berusaha habis-habisan untuk abngun dan bersahur. semoga kita mendapatkan banyak bonus yang dijanjinkan itu.
Comment by elly.s — September 27, 2006 @ 12:03 pm
Hahaha… sama dong, puasa gak kerasa karena udah biasa berlapar-lapar
)
Di tempat saya masih banyak pemuda kampung yang rajin bangunin orang-orang untuk sahur, tepat setiap jam 2 pagi!. Sebenarnya tidak diperlukan lagi karena megaphone 2 mushola dan 1 mesjid (yang sangat berdekatan) juga sudah menjerit penuh semangat. Biasanya saya cuma bangun sesaat untuk mengubah posisi bantal agar lebih melindungi gendang telinga.
Tapi kalau masuk surga memang semudah itu, nanti malam ikut sahur aaah. Susu hangat sepertinya nikmat
susu hangat yang mana nih?
Comment by wadehel — September 28, 2006 @ 7:36 am
Lho ini Fanabisnya Pak Kw toh??, ganti template rupanya. Bagus nih, jadi lebih cerah.
Comment by wadehel — September 28, 2006 @ 7:38 am
sahuuur…...! sahuuur…..! jangan lupa tadarusan. Baca Novel aja bisa tamat dalam 2 hari, masak ini 1 bulan gak Katam.Insya Allah.
mas topan, lha gimana mau khatam wong baca aja belum lancar?
Comment by topan — September 28, 2006 @ 7:52 am
wah tobbbbbbbbbbbbb



rul, kamu kok tahu blogku, dapat infonya dari mana yak?
Comment by kucingku — September 29, 2006 @ 7:19 am
ya, ya, ya…bagiku, bagian terpenting dari puasa adalah sahur. bangun tidur di bulan puasa tanpa sahur itu rasanya kayak kehilangan sesuatu, dan akan menyesal sepanjang hari ini.
masa? aku belum merasakan nikmatnya sahur hehehhehe
Comment by mumu — September 29, 2006 @ 8:52 am
wah bner bgt,mklum skrg q lg jauh dinegri orang tuk bkerja,hri 1 puasa ingn bgt ku puasa eh q lupa gk sahur akirnya bsoknya lemes dech….dn hri ke -2 wah nikmat bgt emang bisa mkn sahur.sahuuuuuuuu…......r
Comment by ndut — August 23, 2009 @ 3:13 am