novel kedua dari tetralogi laskar pelangi ini  secara desain kover lebih segar. warna biru laut di padu dengan putih, sangat pas dengan suasana laut yang menjadi background “jembatan ” pantai yang menuju ke laut.  jembatan berpenyangga kayu ini berbelok-belok seperti ular yang sedang berenang. mungkin untuk menggambarkan liku-liku pengalaman yang dilalui andrea dalam mewujudkan mimpinya.

secara ruang, buku kedua ini lebih lebar namun lebih tipis. memakai kertas hvs yang terlalu tipis, sehingga huruf-hurufnya tampak membayang jika dilihat di sebaliknya. you get what you pay kali ye. buku ini sangat lebih murah dibanding buku pertama.

kalau bukunya dulu mendapatkan endorsment hanya dari “garin nugroho, kini ahmad tohari dan safii maarif yang ketua ppp dan nicola hrner, seorang jurnalis London memberikan komentarnya.

namun saya tak begitu saja percaya dengan kata-kata mereka. buku kedua andrea ini tidak seelok buku pertama. jalan ceritanya “klise”.  selalu bernasib baik secara kebetulan. memang masih ada beberapa adegan mengejutkan namun secara garis besar sudah tertebak.

dari cara penyampaiannya tak ada yang baru. humornya nyaris kering. yang tetap: masih mengharukan. dan memberikan semangat kepada pembacanya, apa pun akan bisa kita raih jika kita menginginkan.

pada buku kedua ini, andrea berpetualang dengan teman-teman barunya, arai dan jimbron. trapani, mahar, flo ditinggalkam di belitong jauh sana.

ceritanya dimulai saat masuk smp, lalu sma dan ingin melanjutkan kuliah di pulau jawa. nah kelucuan kelucuan terjadi ketika arai dan ikal menginjakkan kaki di pelabuhan tanjung priok dan terdampar di depok.  sampai perbekalan habis, tak jua mereka mendapatkan pekerjaan.

saat itu, pak kost yang baik mengajaknya bekerja di sebuah pabrik tali rafia. lalu berpindah menjadi tukang foto kopi di dekat kampus ui. dan seperti cerita sinetron, ikal berhasil masuk universitas jaket kuning itu. dengan perjuangan gigihnya ia pulang ke belitong menjinjing gelar sarjananya.

lalu kisah mendapatkan beasiswa di universitas sorborn paris mengakhiri novel ini. sesuai smsnya novel ketiga akan rilis setelah lebaran.  kata andrea akan menceritaka kisahnya sewaktu belajar di paris. novel ini mirip biografi penulisnya.

Judul : Sang Pemimpi
Penulis : Andrea Hirata
Penyunting : Imam Risdiyanto
Penerbit : Bentang Pustaka
Tebal : x + 295 hlm
Cetakan : I, Juli 2006
Harga : Rp. 38.000,-