jumat (22 sept 06) malam itu di wapres bulungan suasana sungguh beda. baru saja duduk, berarak rombongan orang-orang bermata sipit memenuhi bangku-bangku yang nyaris terisi semua. mereka masih mengenakan jas, berkemeja putih dan berdasi.

rupanya kepopuleran warung ini tak hanya sebatas orang pribumi.

memang sih, setiap akhir pekan, warung ini selalu ramai. karena tempatnya yang sangat mudah dituju dari berbagai arah. dan suasananya yang lebih makin betah. namanya saja warung kita bisa berlama-lama hanya dengan memesan secangkir kopi tubruk. tak ada makanan "berat" disini.

tapi jangan salah. warung ini begitu melegenda. banyak seniman yang belum populer nyaris pernah manggung disini. sampai sekarang artis2 top itu masih sering datang kesini. warung ini menjadi alternatip tempat ngobrol yang nyaman.

letaknya tepat di salah satu pojok persimpangan jalan mahakam. sederet dengan blok m plasa. warung itu tak begitu keliatan, tenggelam oleh kemegahan gedung-gedung yang berbinar cahaya dan megah. setiap kesana, warung ini tak pernah sepi.

sekedar untuk melepas penat, bisa dengan meliat penampilan orang yang unik-unik. memesan  minuman yang namanya unik-unik dengan pilihan yang banyak. ada ayng dingin ada juga yang panas. sering juga tempat ini diapkai pameran lukisan, peluncuran buku atau peluncuran album. akrena kegiatan ayng seperti itu, warung ini dinamai warung apresiasi.

namun semua orang menyebutnya wapres.

tiap akhir pekan wapres selalu diisi live show band-band indi. beruntung aku datang malam itu. empat band tampil mempertontonkan kedahsyatan karya-karyanya. bto (band tiga orang), plug and play, kura-kura pink dan satunya lupa apa namanya.

penampilan mereka cukup menghibur, terutama bto yang anggotanya lima. band ini telah menerbitkan album indie yang judulnya matahari. malam itu mas adnil ( personel swami) ikut menyanyi dan memainkan harmonika, suling dan flute bersama mereka.

sebelumnya ada plug and play.  band ini penampilanya cukup keren. semua lirik lagu yang dinyanyikan berlirik bahasa inggris. model lagunya mirip lagu-lagunya cold play, lagu yang populer sebagai pengantar depresi itu.

dan penutupnya kura-kura pink. rupanya anggota band ini adalah para expatriat  jepang yang ngantor di jakarta. . mereka sangat fasih memakai bahasa indonesia. penampilannya paling meriah diantara band-band malam itu. masing-masing personilnya mempertonkan atraksi terbaiknya. sampai aku pulang jam 00, acara masih ramai.