hidup yang singkat, mari kita rayakan
ceritaSeptember 25, 2006 8:58 am

menuju malam pertama ramadan  kek haji berdua duduk diteras dengan isterinya.  memakai baju muslim keduanya bersiap ke rumah Tuhan.  jalan depan ruah disesaki gegasan orang orang yang juga akan melaksanakan sholat tarawaih. mereka berjalan tak putus-putus menuju ke satu titik. nyaris semua berseragam putih.

mereka itu sedang mempersiapkan hari “depan”nya. tak satu pun yang tahu waktu pastinya. aku tetap tak beranjak saat pak haji mengajakku berangkat. kepalaku berkelebatan pertanyaan yang melintas-lintas.

katanya, kelak terjadi peristiwa dahsyat yang bisa melantakkan semua planet dan galaksi. dari kitab suci digambarkan saat itu gunung-gunung berterbangan seperti kapas. lalu, apakah kehancuran planet, galaksi dan isinya ini tak menyisakan sampah sama sekali?  apakah alam menjadi kosong, tidak ada udara atau benda sama sekali? kemana hancuran planet, galaksi dan isinya lenyap?

manusia yang telah mati  sejak zaman adam dihidupkan kembali di sebuah padang nan maha luas. apakah manusia akan hidup lagi dalam wujud fisik atau dalam bentuk energi api seperti jin dan iblis? Atau dalam bentuk cahaya seperti malaikat?

jika abad 21 ini penduduk dunia sekarang kira-kira 5 miliar. Maka akan terdapat manusia 5.000.000.000×200 (abad, perkiraan penciptaan manusia ada sejak 200 abad yang lalu) =1.000. 000.000.000 manusia di padang itu. apalagi jika binatang dan tumbuhan juga dihidupkan. Bisa dibayangkan seluas apa padang itu?

apakah manusia masih perlu  makan untuk memperpanjang hidupnya? kalau hidupnya abadi, kira-kira proses keabadiannya seperti apa ya?

oh ya apakah Tuhan juga menghidupkan jin, iblis, alien dan makhluk lain? katanya jin dan kerabatnya tak bisa mati. lalu apakah mereka itu akan dikumpulkan di padang yang sama? atau iblis-iblis yang selalu menjerumuskan manusia itu langsung dimasukkan neraka?

menurut swani, dalam novelnya iblis menggugat Tuhan, iblis-iblis itu langsung masuk surga. karena sebenarnya iblis adalah malaikat pintar yang paling disayang Tuhan, tugasnya menguji kesetiaan manusia.

di padang itu Tuhan menyuruh manusia memberikan kesaksian namun bukan dengan mulutnya.  Tuhan langsung bertanya kepada organ-organ tubuh. tlat tubuh inilah yang akan memberikan kesaksian. jika banyak berbuat baik akan masuk surga. dan sebaliknya jika kelakuan jahatnya lebih besar, akan mendapatkan siksaan yang amat pedih. 

jadi jelas yang masuk neraka kegiatan sehari-harinya mengaduh dan menikmati penderitan. lalu orang-orang yang masuk surga yang katanya dilayani tujuh bidadari, apa saja kegiatannya?   bercinta sepanjang waktu?

di alam akherat ini  manusia masih bisa merasakan sakit dan nikmat.  apakah yang bosan disiksa bisa bunuh diri? dan yang menikmati surga tak ada keinginan yang lebih nikmat lagi? misalnya bungy jumping di pinggir neraka mengintip apa yang dilakukan orang-orang didalamnya?

Oh ya, apakah pada alam itu kita masih bisa saling mengenali? bisakah kita melihat apra seleb yang keseharianya selalu berpesta? atau perempuan yang menolak cinta saya? ttau tetangga saya  yang selalu baik?

dan katanya alam akhirat itu abadi, tak berkesudahan. apakah penciptaan surga dan neraka itu sudah dimulai dari sekarang?

tiba-tiba aku terhenyak saat kek haji membuka pagar depan. relativitas Einstein terbukti malam itu. aku serasa baru saja duduk, ternyata sudah nyaris 2 jam. Kek haji rupanya tahu apa yang aku pikirkan. kata dia just do it. tak perlu mikir yang macam-macam. kku jadi teringat sepatu nike yang belum kebeli, :)

buku 5:49 am

novel kedua dari tetralogi laskar pelangi ini  secara desain kover lebih segar. warna biru laut di padu dengan putih, sangat pas dengan suasana laut yang menjadi background “jembatan ” pantai yang menuju ke laut.  jembatan berpenyangga kayu ini berbelok-belok seperti ular yang sedang berenang. mungkin untuk menggambarkan liku-liku pengalaman yang dilalui andrea dalam mewujudkan mimpinya.

secara ruang, buku kedua ini lebih lebar namun lebih tipis. memakai kertas hvs yang terlalu tipis, sehingga huruf-hurufnya tampak membayang jika dilihat di sebaliknya. you get what you pay kali ye. buku ini sangat lebih murah dibanding buku pertama.

kalau bukunya dulu mendapatkan endorsment hanya dari “garin nugroho, kini ahmad tohari dan safii maarif yang ketua ppp dan nicola hrner, seorang jurnalis London memberikan komentarnya.

namun saya tak begitu saja percaya dengan kata-kata mereka. buku kedua andrea ini tidak seelok buku pertama. jalan ceritanya “klise”.  selalu bernasib baik secara kebetulan. memang masih ada beberapa adegan mengejutkan namun secara garis besar sudah tertebak.

dari cara penyampaiannya tak ada yang baru. humornya nyaris kering. yang tetap: masih mengharukan. dan memberikan semangat kepada pembacanya, apa pun akan bisa kita raih jika kita menginginkan.

pada buku kedua ini, andrea berpetualang dengan teman-teman barunya, arai dan jimbron. trapani, mahar, flo ditinggalkam di belitong jauh sana.

ceritanya dimulai saat masuk smp, lalu sma dan ingin melanjutkan kuliah di pulau jawa. nah kelucuan kelucuan terjadi ketika arai dan ikal menginjakkan kaki di pelabuhan tanjung priok dan terdampar di depok.  sampai perbekalan habis, tak jua mereka mendapatkan pekerjaan.

saat itu, pak kost yang baik mengajaknya bekerja di sebuah pabrik tali rafia. lalu berpindah menjadi tukang foto kopi di dekat kampus ui. dan seperti cerita sinetron, ikal berhasil masuk universitas jaket kuning itu. dengan perjuangan gigihnya ia pulang ke belitong menjinjing gelar sarjananya.

lalu kisah mendapatkan beasiswa di universitas sorborn paris mengakhiri novel ini. sesuai smsnya novel ketiga akan rilis setelah lebaran.  kata andrea akan menceritaka kisahnya sewaktu belajar di paris. novel ini mirip biografi penulisnya.

Judul : Sang Pemimpi
Penulis : Andrea Hirata
Penyunting : Imam Risdiyanto
Penerbit : Bentang Pustaka
Tebal : x + 295 hlm
Cetakan : I, Juli 2006
Harga : Rp. 38.000,-

daily 1:00 am

jumat (22 sept 06) malam itu di wapres bulungan suasana sungguh beda. baru saja duduk, berarak rombongan orang-orang bermata sipit memenuhi bangku-bangku yang nyaris terisi semua. mereka masih mengenakan jas, berkemeja putih dan berdasi.

rupanya kepopuleran warung ini tak hanya sebatas orang pribumi.

memang sih, setiap akhir pekan, warung ini selalu ramai. karena tempatnya yang sangat mudah dituju dari berbagai arah. dan suasananya yang lebih makin betah. namanya saja warung kita bisa berlama-lama hanya dengan memesan secangkir kopi tubruk. tak ada makanan "berat" disini.

tapi jangan salah. warung ini begitu melegenda. banyak seniman yang belum populer nyaris pernah manggung disini. sampai sekarang artis2 top itu masih sering datang kesini. warung ini menjadi alternatip tempat ngobrol yang nyaman.

letaknya tepat di salah satu pojok persimpangan jalan mahakam. sederet dengan blok m plasa. warung itu tak begitu keliatan, tenggelam oleh kemegahan gedung-gedung yang berbinar cahaya dan megah. setiap kesana, warung ini tak pernah sepi.

sekedar untuk melepas penat, bisa dengan meliat penampilan orang yang unik-unik. memesan  minuman yang namanya unik-unik dengan pilihan yang banyak. ada ayng dingin ada juga yang panas. sering juga tempat ini diapkai pameran lukisan, peluncuran buku atau peluncuran album. akrena kegiatan ayng seperti itu, warung ini dinamai warung apresiasi.

namun semua orang menyebutnya wapres.

tiap akhir pekan wapres selalu diisi live show band-band indi. beruntung aku datang malam itu. empat band tampil mempertontonkan kedahsyatan karya-karyanya. bto (band tiga orang), plug and play, kura-kura pink dan satunya lupa apa namanya.

penampilan mereka cukup menghibur, terutama bto yang anggotanya lima. band ini telah menerbitkan album indie yang judulnya matahari. malam itu mas adnil ( personel swami) ikut menyanyi dan memainkan harmonika, suling dan flute bersama mereka.

sebelumnya ada plug and play.  band ini penampilanya cukup keren. semua lirik lagu yang dinyanyikan berlirik bahasa inggris. model lagunya mirip lagu-lagunya cold play, lagu yang populer sebagai pengantar depresi itu.

dan penutupnya kura-kura pink. rupanya anggota band ini adalah para expatriat  jepang yang ngantor di jakarta. . mereka sangat fasih memakai bahasa indonesia. penampilannya paling meriah diantara band-band malam itu. masing-masing personilnya mempertonkan atraksi terbaiknya. sampai aku pulang jam 00, acara masih ramai.