jumat, sore.

jam-jam terakhir di kantor sebelum puasa ini sangat menyebalkan. sejak waktu makan siang lewat, berduyun-duyun sms dan pesan di ym, email berebut masuk. isinya nyaris sama, permintaan maaf dan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa.

email yang kuterima  beda-beda stylenya. ada yang dengan penuh haru biru, tulus ikhlas dan sangat serius memohonnya. ada yang memadukan kata-kata dari beberapa iklan yang digabungkan: hati tak sebening xl, tak secerah mentari bla bla bla.

yang lain berusaha melucu, memakai gambar-gambar yang mempersonifikasikan dirinya balita. misalnya setelah tulisan "puasa tidak boleh", dibelakangnya disisipkan gambar babi yang sedang tidur.

dilarang berkelahi disisipkan gambar pemain sepak bola di lapangan rumput yang saling menjegal. begitulah orang-orang yang ingin berusaha dimaafkan.

namun apakah permintaan itu berasal dari keinginan terdalamnya? belum tentu. mungkin hanya sekedar ikut-ikutan belaka. aku tak bermaksud berprasangka buruk. buktinya salah satu email yang kuterima hanya forwardan dari seorang temanya juga.

menjijikan bukan? :)

mungkin banyak yang menolak anggapanku itu. baiklah mari kita lihat sekeliling kita. disetiap gang dan kelokan jalan berdiri mushola, langgar dan masjid. di setiap waktu sholat, berkumandang panggilan bersahutan yang mungkin bisa menganggu, apalagi orang yang berkeyakinan lain.

di setiap jumat, masjid-masjid luber, tak kuat menampung para jemaah. namun apa yang sesungguhnya diotak kebanyakan dari  mereka?

korupsi, penyunatan, kebohongan sebanyak, bahkan lebih dahsyat dari jumlah mereka. mungkin  saya juga  akan menjadi koruptor juga kalau ada kesempatan? sayang belum bisa membuktikan baru sebatas mencuri royalti para pembuat film hollywood.

terus terang saat malam sendirian, saya memutuskan akan segera menyudahinya. namun begitu melihat lapak-lapak sirna langsung keingnan saya itu. mungkin mulai awal puasa ini.

entah kenapa aku menyikapi ramadhan kali ini dengan kejengkelan. menganggap semua itu basi abis.
apakah ini menunjukkan makin tergerusnya keimanan saya yang sudah tipis? bisa jadi.