sebenarnya siapa sih yang menciptakan adat-istiadat, norma dan hukum pada sekelompok orang? bukankah semua itu hanya buah pemikiran yang terus berkembang?
banyak yang tak/belum menyadari. mereka masih mempertahankan habis-habisan. bahkan dengan cara kriminal, membunuh. termasuk menghabisi anak perempuannya sendiri yang berusia 17 tahun.
dahyat. novel ini mengisahkan kelakuan jaman jahiliah pada abad 21. di sebuah desa, di negeri yang selalu mendapat dukungan dari organisasi islam di indonesia.
di negeri para mullah itu, perempuan adalah budak, termasuk souad. tak hanya menuruti semua perintah suami/ayah atau kakak/adik laki-lakinya. mereka juga menjadi pelampiasan kemarahan. kekerasan dalam rumah tangga merupakan kewajaran biasa. tak pernah ada perempuan yang mempertanyakannya.
perempuan tak boleh merias wajah, memandang, berbicara langsung dengan laki-laki, apalagi pergi keluar rumah sendirian. bila melanggar salah satunya, mereka dianggap "charmuta", pelacur. dan masyarakat mengucilkan atau mengusirnya.
hanan, kakak perempuan souad ketahuan bertelepon, entah dengan siapa. dengan diam-diam ia dibunuh adiknya dengan menjerat lehernya dengan kabel. keputusan itu diambil setelah melalui rapat keluarga.
pembunuhan itu sangat direncanakan, sehingga memberi kesan bahwa "tragedi" itu merupakan kecelakaan biasa.
semua laki-laki menganggap domba lebih berharga dari pada perempuan. karena domba menghasilkan susu dan bulu. mempunyai anak perempuan itu memalukan. ibu souad beberapa kali mencekik bayinya yang baru keluar dari rahimnya begitu tahu kelaminnya perempuan.
di negeri itu, tak ada perempuan yang sekolah, termasuk souad. keseharian souad hanya seputar dapur, kandang domba dan bukit-bukit tempat domba merumput. hanya di padang itulah ia menikmati kebebasanya.
perkenalannya dengan laki-laki depan rumah berlanjut sampai ke semak-semak disekitar padang rumput. hasrat cinta memang acap menerbitkan keberanian. souad hamil. dan dia harus dibunuh demi menjaga sebuah kehormatan keluarga.
rapat keluarga memutuskan kakak iparnya, hussein yang menjadi algojo. di sebuah pagi, saat souad membilas tumpukan pakaian, ia diguyur dengan bensin lalu disulutnya. usaha pembunuhan itu gagal. keadaan selanjutnya? dijamin membaca buku ini tak akan membosankan. saya "hanya" perlu waktu semalam, 4 jam kali.
Judul: Burned Alive (edisi terjemahan)
Penulis: Souad
Penerjemah: Khairil Azhar
Penerbit: Pustaka Alvabet, Jakarta
Cetakan: Pertama, April 2006
Tebal: 290 halaman