hidup yang singkat, mari kita rayakan
ceritaSeptember 8, 2006 11:27 am

turtle bali memang di set sebagai tempat pelesiran kelas dunia. fasilitas kenyamanan tersebar di setiap tikungan jalan. hotel, spa, seni dan sport yang mempunyai "treatment" khusus.

penyuka olahraga air, datanglah ke nusa dua. pantai berpasir putih dengan air biru transparananya ini sangat cocok untuk menikmati serunya jetski, banana boat, diving, snorkeling, parasailing.  yang paling menarik tentu saja para sailing.  kita ditarik oleh boat untuk terbang di atas laut. wisata air ini  memerlukan cukup keberanian tinggi.

untuk yang kurang menyukai ketegangan, bisa berperahu ke pulau penyu. satu perahu maksimal berisi sepuluh orang. dari pantai nusa dua kira-kira perjalanan 30 menit pulau penyu sudah nampak. pulau penyu terdiri dari 3 pulau kecil. namun satu diantaranya "menghilang" ketika arus laut pasang.

sebelum berangkat, pak sopir dan kenek perahu membekali pengunjung sebungkus roti tawar. saat di laut yang agak dalam, kapal berhenti. orang-orang disuruh melemparkan roti tawar ke  air. ajaib, ikan-ikan berwarna-warni berebut roti. suasananya seperti memberi makan ikan dalam kolam.

kapal ini didesain khusus. ditengah-tengah dipasang kaca (glass bottom). saat berada pada kedalaman tertentu, kapal melambat. kita bisa melihat indahnya karang dan tanaman laut. namun jangan dibayangkan indahnya seperti dalam film dokumenter national geographic.

mendekati pantai seorang perempuan menyambut. dia menceritakan nasib para penyu yang terancam eksistensinya. makin tahun makin menyusut karena perburuan. di pulau ini mereka menangkar penyu hijau dan penyu abu.

di dalam bak penampungan, puluhan anak-anak penyu dipiara sebelum dilepaskan ke laut. orang tua penyu itu ada yang telah berumur seratus tahun. bobotnya mencapai 100 kg. dan mereka itu jinak.

tahu perbedaan kura-kura dan penyu? kura-kura bisa menyembunyikan kepalanya ke dalam rumahnya, sementara penyu tidak.

capek mengitari pulau penyu yang banyak binatang-binatang anehnya, kami kembali ke nusa dua. untuk melepas haus, kelapa hijau bertumpuk di salah satu "saung". tinggal memesan, pemuda-pemuda bali dengan cakap akan melayani dengan baik.

ingin melepaskan otot-otot, tinggal memanggil ibu-ibu yang berseragam kaos hijau untuk memijat. telah berderet papan yang dinaungi payung. dan sebagi bukti bahwa kita benar kebali,  bagi perempuan berambut panjang,  kepanglah rambut anda menjadi model kriwil macam perempuan afrika.

tak hanya itu, disini juga mentato bagian-bagian tubuh anda biar keliatan seksi. tato temporer lebih diminati daripada yang permanent.  disebelahnya penyedia jasa penegcatan kuku masih menunggu pelanggan. tak seperti cat kuku kebanyakan, kita bisa meminta untuk mengecat dengan gambar bintang, bunga atau bentuk-bentuk abstrak.

konon dewa-dewa sedang bersuka cita ketika menciptakan pulau ini. disamping seluruh alamnya indah, orang bali terkenal sangat kreatip.  

hampir di setiap minggu muncul bentuk-bentuk kerajinan dari kulit kerang, kayu, daun pandan, bambu, kulit penyu dan kain. kedinamisan ini yang menjadi daya tarik orang untuk selalu ingin kembali ke bali. apalagi para bule yang menyukai etnik.

sesiang berselancar, saat perut minta diisi, jangan khawatir bali banyak menyediakan makananan eksotis. makanan dari bermacam negara dan daerah gampang ditemukan. makanan khas bali sendiri selain seafood, pelecing kangkung, tampak di banyak neon box, papan iklan di sepanjang jalan yang menawarkan babi guling dan lawar.

untuk meyakinkan pembeli, bahwa lawar yang diatwarkan original, ada warung makan yang membuat posternya bergambar orang yang menyedot darah babi ke jantungnya memakai bambu.

berani coba?

cerita 2:17 am

tanah lotselepas makan pagi,  kami menuju ke  tanah lot.

apakah yang disebut tanah lot itu "secuil" karang yang diatasnya dibangun sebuah pura pada abad 16 itu? entahlah. objek wisata nan indah ini berada di kampung beraben.

pura itu berdiri diatas karang yang terpisah dari pantai. ketika arus pasang, pura itu akan dikelilingi air laut. angin pagi yang menghembuskan kesejukan melenakan orang-orang yang menatap laut lepas.

untuk menuju ke pura melewati tangga yang berada di sisi kanan dan kiri. namun batu batu karang itu terkikis ombak, sehingga menyulitkan orang-orang yang akan naik untuk bersembahyang. kini tangga yang terbuat dari semen yang menggantikannya.

orang bali menggunakan pura itu hanya untuk perayaan hari-hari besar agama hindu. pengunjung tak diperbolehkan masuk.

di bawah tebing karang, diantara tangga sebelah kanan dan kiri terdapat air suci. mata air itu muncul dari sela-sela karang. anehnya air itu tak asin, sangat tawar. menurut kepercayaan mereka, air ini sangat berkhasiat magis sebagai obat awet muda.

pengunjung yang tertarik bisa menemui juru kuncinya, dua orang. kita dipersilakan untuk membasuh muka, kaki atau tangan. lalu seorang juru kunci yang berpakaian adat bali lengkap memberikan doa-doa. usai doa ia mengambil beras dari wadah dan menempelkan ke jidat orang-orang yang telah memberikan persembahan (uang). juga menyelipkan bunga kamboja ke telinga kanan.

banyak yang antri untuk mendapatkan air suci itu. aku berada diantara deretan itu.

di bawah tebing pinggir pantai yang berjarak kurang lebih dua ratus meter dari pura, kerumuman makin bertambah besar. ternyata mereka ingin melihat ular suci. entah ular ini ada hubunganya dengan legenda selendang Sanghyang Nirantha yang membangun pura tersebut atau tidak.

ular suci itu berwarna belang, hitam dan putih. panjangnya kira-kira hanya satu meter. ular itu dibuatkan "rumah" beruba gundukan pasir. dan di salah satu sisinya di buat cekung, tempat ular suci itu melingkar.

menurut kepercayaan mereka, berdoa di tempat ini, cita-citanya akan tercapai. prosesi ini dipandu oleh kakek renta yang menungguinya. penasaran aku mencobanya. kakek itu menanyai, "masih mahasiswa?. "sudah kerja" jawabku. lalu dia mendoakan supaya saya cepat mendapat jodoh. aku tak tahu dari mana dia berkesimpulan seperti itu.

tanah lot ini termasuk berada di pantai utara bali, sehingga ombaknya tidak begitu besar. berbeda dengan pantai uluwatu ( ujung batu). di sini pantainya berbentuk karang yang curam. ombaknya dahsyat, menggelegar. ketika menabrak karang menimbulkan buih yang putih pekat. pengunjung hanya bisa menikmati dari pinggiran tebing yang telah dipagar. monyet-monyet berseliweran akrab. bila tak hati-hati kacamata, topi, jepit rambut akan tercuri.

untuk memasuki kawasan uluwatu ini harus berpakaian tertutup sampai dibawah lutut. bule-bule yang memakai bikini, bisa meminjam sarung ungu di pintu masuk. juga semua pengunjung diwajibkan memakai sabuk warna kuning emas yang disediakan.

pada senja hari, ada pementasan tari kecak. sayang saya melewatkan acara ini. di sini terdapat juga sebuah pura. namun "kecil" dan gersang.

saya lebih suka berlama-lama di tanah lot. udara cerah, air laut bening membiru, ombak berkejar-kejaran tanpa henti memunculkan bunyi kericak. saat lidah ombak menyentuh kaki yang telanjang rasanya seperti disentuh tangan-tangan Tuhan  

oh.. nikmat Tuhan manakah yang kau dustakan”?*

 

*(kata-kata ini diambil dari sebuah kitab suci)