beachkata salah satu teman, blog ini semua isinya sangat muram dan pesimis. bisa jadi. namun postingan kali ini aku yakin yang paling ceria.

mulai besok, 2-4 september aku ditraktir ke bali, ramai-ramai. betapa asyiknya!. aura liburan massal itu sudah tampak sejak kemarin.

pihak "penyelenggara" telah mengirimkan email pembagian kamar dan jadwal acara dan rute selama di pulau miliknya dewa-dewa itu.

menginapnya di aston inn yang katanya tempatnya jauh dari pantai. satu kamar diisi tiga orang dengan jenis kelamin sejenis. namun harus dari divisi yang berbeda. mungkin tujuannya biar lebih akrab.

membaca email itu, perasaan seperti ketika membuka amplop pengumuman kelulusan saat sd. entah bagaimana formulasinya sehingga si a sekamar dengan si s dan x, begitu seterusnya.  

ter"attach" juga jadwal kegiatan selama disana. selain ke pantai kuta dan tanah lot yang melegenda itu, tujuan jalan-jalan ini akan ke pantai lovina, ubud dan lainnya.

yang mengasyikkan mungkin saat melintas di pasir putih yang terhampar tubuh-tubuh perempuan telanjang. menyelam membelah air yang transparan, bertemu dengan ikan-ikan pari yang bundar. atau  berselancar menari-nari diatas punggung ombak yang selalu bergerak sejajar dengan garis pantai.

masing-masing divisi ada "kepala sukunya" yang akan mengurus dan menginformasikan kabar terbaru. baru saja mereka sibuk membagikan dua lembar tiket untuk keberangkatan dan kepulangan. juga sehelai pita warna hijau muda ngejreng. pesannyaagar pita itu nanti ditalikan di tas bawaanya.

bentuk antisipasi agar tak terpisah dari rombongan. kami diperlakukan seperti anak-anak tk yang masih perlu bantuan untuk sekedar mengelap ingus. bahkan ada yang menyatakan dirinya bukan "anjing" kitamani yang harus diberi kalung.

yang lain membicarakan susahnya menemukan makanan di bali yang tidak mengandung babi. meskipun restauran, kedai atau warung menyediakan menu ayam goreng, bukankah minyak, pisau atau tempatnya diapkai bersamaan dengan babi, kilah salah satu teman.

yang lain tak kalah sengit, "emangnya seberapa besar dosanya jika makan daging babi? kenapa menipu, bohong dan pelit yang juga haram tak begitu diributkan?"

candaan dan tertawaan nyaris keluar dari mulut-mulut yang baru saja mendengar khutbah jumat. jam-jam sehabis makan siang dianggapnya bukan "office hour" lagi. orang-orang sudah menyicil santai. tak mentolerir teman lain yang masih dikejar deadline.

entah, mereka pada "pekewuh" atau memang menikmati suasana "bising" ini. topik omongan tak jauh-jauh dari keadaan yang sedang dialami teman-teman sendiri: cinta dan "pengkhianatan".

saat materi pembicaraan tak hangat lagi, mereka mulai beralih main game (balapan) motogp. sengaja mereka memaksimalkan volume speakernya. suara meraung-raung mirip di arena pacuan beneran.

yang sedang kerja, protesnya hanya dengan menutup kupingnya sendiri dengan headpon. bising makin menjadi-jadi, teriakan-teriakan melengking ketika motornya bisa menyalib atau  ketika musuh jatuh.

emosinya memunculkan celutukan-celetukan mengejutkan. yang dari batak, jawa, padang, sunda dan makasar keluar bahasa khasnya.tak kumengerti tentu saja.

kadang aku tak bisa memahami, bagaimana cara kerja kornea mata mereka. berjam-jam memelototi monitor tanpa henti, tiap hari! kalau cuman pegal-pegal ada karyawan yang tugasnya memijat karyawan lain. ia hanya datang setiap hari selasa dan jumat, sore. selain waktu itu dia bebas berpraktek dimanapun.

mungkin ini kantor terunik seplanet. punya karyawan yang tidak "bisa" dimasukkan kedalam struktur organisasi. dan tentu saja dia ikut ke bali juga.

keberangkatan kesana dibagi menjadi 3 kelompok terbang. beruntung aku kebagian yang kelompok tengah, berangkat jam 15.00 pas. semoga aja tak ada penundaan, on time sesuai jadwal.

dewa-dewa penguasa pulau, aku datang sambutlah. hua hua hua