"hai orang-orang yang suka berkhianat, contohlah dua mamalia mulia ini. mungkin begitu pesan jean-jacques annaud dalam filmnya two brothers ini.
sutradara enemy at the gates (2001), seven years in tibet (1997) ini men"direct" hewan-hewan buas ini begitu gemilang. adegan-adegannya sangat manusiawi.
persahabatan dua makhluk hutan ini tak berkurang sedikit pun, meskipun terpisah jarak dan waktu yang lama. saat kecil, seorang pemburu memisahkah saudara kembar ini.
sungha terjebak dalam kerangkeng milik seorang penguasa. mendapatkan didikan agar bisa lebih kejam dan buas. raja berharap ia akan selalu memang dalam pertempuran.
sementara si kumal diperjual belikan di pasar hewan. nasibnya lebih baik. ia terdampar pada sebuah kelompok sirkus keliling.
keduanya dipertemukan dalam satu arena adu macan tahunan yang diselenggarakan raja. riuh tepukan dan sorakan penonton bergema. arenanya mirip sekali pada "gladiator".
begitu pintu dilepas, keduanya saling mencakar dan menggigit. suara-suara parau bersahutan. darah meleleh di tubuh singa-singa.
rupanya sungha lebih dulu terdesak. keduanya saling menatap sorot mata. ingatan sungha melesat pada masa kecil saat mereka berdua berlatih memanjat pohon. keduanya lalu berpelukan.
sungha tahu, dengan tidak mau membunuh "lawannya" dia akan berhadapan dengan kematian. tangan sang raja selalu siap dengan senjata. namun sungha lebih memilih kumal.
keduanya lalu berencana melarikan diri dari arena. singha dan kumal meloncat ke tribun dan para penonton berhamburan. kira-kira pelolosan diri keduanya akankah berhasil?


