hidup yang singkat, mari kita rayakan
dailyAugust 26, 2006 4:34 am

drunkjumat sore.

waktu jam kantor belum habis. orang-orang disekitar meja sudah berisik. bukan keluhan yang muncul karena masih banyaknya pekerjaan di akhir minggu, namun mereka memutar lagu-lagu "gila".

terdengar lagu pertama,  lagu-lagu abege tentang cinta yang indah, sedih dan memilukan. hello, lionel richie, i fall in love natkingcolle, niji, keris patih, ada band, samson.

orang-orang mulai terbawa emosi. mereka mulai ikut menyanyikan lirik-lirik yang "mewakili" suasana diri salah satu teman disini.

tak ada yang merasa terganggu. yang tak ikutan nyanyi, atau yang masih sibuk kerja hanya senyum-senyum. makin senja lagu-lagu makin tidak jelas. anggur merah ( meggi z), terlena, gubuk derita sampai lagu terkini yang populer : sms ( ria amalia, soundtrack film mendadak dangdut).

kini tak hanya menyanyi, berjoget juga. dengan canda dan umpatan "kotor" mereka saling berbalas celoteh.

semua sepakat, hari ini akan menghabiskan malam dengan berkaraoke. sambil berangkat, nyari makan dulu, ke tempat asing yang belum pernah semua menjamah, masih di seputar jakarta.

ngobrol rame-rame ternyata memboroskan waktu. terasa sebentar, namun seperti tiba-tiba, sudah tengah malam, jam 00.

lalu kami bergegas meluncur ke sebuah tempat karaoke. tempat ini sering mendapat ancaman
dari kelompok "pribumi". mereka menduga tempa tini sebagai sarana mesum terselubung.

padahal senyatanya, tempat ini disediakan untuk sebuah keluarga. gedung yang berlantai tiga ini, terdapat banyak ruangan. setingnya mirip ruang tamu. ada sofa dipojok membentuk setengah lingkaran.dan didepanya ada tv yang dipakai untuk karaoke.

memang ruang ini kedap suara.nyanyi sampai serak tenggorokan juga tak akan mengganggu ruangan lain. haus? tinggal mencet tombol, mbaknya yang cantik akan datang, menanyakan mau pesan makanan/ minuman apa. begitu seterusnya sampai pagi kalau kuat.

disini teman-temanku lebih "gila" lagi. ketahuan deh "aslinya". yang di kantor suka jaim dan pendiam, aslinya peminikmat minuman beralkohol. teman yang suka "bocor" disini lebih bocor nyaris tak ada filternya.

malam memang menghilangkan sekat-sekat struktur, kelas yang tercipta siang.

salah satu teman menyebut orang-orang ini telah mengalami depresi kronis. namun aku menolaknya. mereka hannya perlu "pelepasan" ketegangan sejenak diantara kerja yang mungkin sudah membosankannya.

buktinya , setelah karaoke, sepertinya dada ini terasa "plong" juga.

dailyAugust 16, 2006 8:56 am

manmulai besok, kebiasaan berubah. paling tidak sampai hari senin minggu depan. karena tak ada rencana pergi, aku akan berada di tempat kost. tidak kemana-mana pun.

kira-kira bisa ngga? semoga bisa. ada beberapa peristiwa yang bisa menemani:
*dvd bajakan yang dibeli di bawah pohon trembesi:
- adaptation
- mustafa (film turki)
- brother
- the ballad of jack and rose (2005) – Rebecca Miller
-  legends of the fall (1994)
- the cyrcle ( china)
- superman

* beberapa buku yang belum sempat dicicipi (ini original):
- orang-orang blomingtoon, budi darma
- olenka, budi darma
- kimya, sang puteri rumi
- sang pemimpi, andrea hirata seman
- aib, jm coetze
- bumi hangus, sunaryono basuki ks

itu aja dulu kali ye. gak yakin bisa habis dalam lima hari. :)

* seorang teman yang akan ngobrolin beragam topik yang melintas-lintas. seperti yang telah berlalu, tema yang paling lama diperbincangkan adalah soal keyakinan, film dan buku yang bagus.

* dan yang dari dulu setia menunggu: outline novel yang kelak akan menggoncangkan dunia sastra indonesia. judul sementara : membakar dunia. ha ha ha ha….

dailyAugust 15, 2006 4:17 am

benderakebebasan itu telah datang. orang indonesia bersorak, merayakan kelepasan dari penjajah. kabar suka cita itu hingar-bingar terdengar sampai ke pelosok. bendera merah putih berkibar berkobar-kobar.

kini tiap tanggal 17 agustus orang-orang mengingat persitiwa itu. kemeriahan tampak di rt rt seluruh pelosok. yang paling mencolok, warna-warna merah putih disetiap pojok.

gedung-gedung ditambahi ornamen, lampu-lampu membentuk tulisan ucapan.  umbul-umbul di sepanjang jalan yang markanya kini warna hitam puith lebih nyata.

tetanggaku sibuk menjadi panitia perlombaan nyaris semua jenis olahraga. juga anak-anak melombakan sebuah permainan: makan kerupuk, bakiak race, masukin belut ke botol dan puncaknya  panjat pinang yang berlumur minyak pelumas.

pemerintah mengingat jasa para pahlawan, namun hanya yang mati. pangkatnya dinaikkan, dikuburkan di taman makam pahlawan. namun yang masih hidup ditelantarkan. apalagi pahlawan-pahlawan yang tak dikenal. pahlawan yang bukan dari sebuah "kesatuan.

dari dulu kala, ketika aku masih kecil tak ada perubahan peringatan itu. upacara penaikan dan penurunan bendera. ritual rutinitas tahunan belaka.

kegiatan yang paling tidak aku suka  saat itu pawai pembangunan. berpakaian adat dari suku lain, memerankan pejuang 45, tokoh agama yang alim atau berarakan dengan sepeda hias.

kenapa perayaan yang tujuannya mengingat para pahlawan itu hanya "begitu"? pantas saja kalau orang-orang itu melupakan jasa pahlawan secepat usainya perayaan. setelah itu semuanya normal kembali.

tukang catut beraksi lagi. para koruptor terus menggerogiti, tak malu pada para pendiri negeri. orang-orang kecil tetap terbelenggu kesedihan tak terperi.

bukuAugust 8, 2006 4:00 am

angelcerpen ini ditulis tahun 1967. ketika aku sangat belum lahir, masih di surga kedamaian.

34 tahun kemudian, maret 2004 buku kumpulan cerpen ini dicetak ualng. seberapa hebat buku ini?
aku mencari-cari tulisan danarto ini sudah lama. yang aku dengar tulisannya ajaib, sanggup  "mengkampak muka".

membaca cerpen ini aku merasakan imajinasi yang luar biasa liar. penuh kejutan dahsyat dan merasa di dunia "lain". pembaca, utamanya aku, terseret pada cara pandang dia tentang dunia, hidup dan kematian yang bertolak belakang dengan apa yang diajarkan guru agama dulu.

misalnya saja dalam cerpen yang tokoh namanya rintrik. ketika ditanya, siapa kamu? rintrik menjawab, "aku adalah benda mati".

orang-orang menyebut danarto mengusung tema sufisme. nyaris semua cerpenya berbicara tentang tuhan dan ketiadaan. benarkah kita itu sebenarnya tiada?

seseorang yang namanya fanabis misalnya, ketika ditanya mana sih yang bernama fanabis? tak ada yang secara persis benda yang dimaksud. ketika yang ditunjuk dadanya, dada bukan fanabis. ketika dia menunjuk kepala, ternyata kepala bukan fanabis juga. dan fanabis itu ternyata tidak ada.

tulisan danarto mendunia. bahkan disebut-sebut danarto sudah sampai pada taraf pujangga. banyak karyanya yang diterjemahkan ke banyak bahasa lain. termasuk ke dalam bahasa gerak menjadi tari dan teater.

kedahsyatan karyanya tak hanya sebatas tulisan, juga di atas kanvas.  pameran lukisannya yang paling fenomenal judulnya kanvas kosong. pada sebuah ruang pamer, dia hanya memajang keramik-keramik warna putih polos.

cerpen sufism model  danarto sampai sekarang blum ada "penerusnya"?.  entah. bisa jadi generasi muda sudah tak tertarik tema-tema itu? atau memang setiap generasi mempunyai kekhasanya sendiri?

dailyAugust 7, 2006 5:48 am

hookertengah malam menyusuri puncak, memberikan nuansa yang memang beda. dalam balutan udara dingin, kami membelah jalan yang berkelok. 

dari bawah, lampu berkerlip tanpa jeda menuju langit. kiri-kanan kulihat saja, tak ada pohon cemara, namun pohon-pohon teh yang sedang tidur.

makin merangkak keatas pemandangan semakin indah. para penjual buah, sayur, peuyeum dan ubi cilembu berderet. susunan buah-buahan dan sayuran membentuk mozaik yang mirip karpet persia.

warung-warung  lain melimpah. kebanyakan hanya menyediakan jagung bakar dan minguman kemasan. ya warung-warung itu tak menyediakan makanan "berat". kalau ingin makan "besar" harus ke restoran atau warung nasi.

pada tengah malam itu, sepanjang pengamatanku warung itu selalu ditunggui oleh dua perempuan remaja. mereka bukan penjualnya. bukan pula tamu yang ingin merasakan manisnya jagung bakar yang dicelupkan ke margarin.

perempuan-perempuan itu mengasongkan dirinya. aku  baru tersadar ketika melihat dandanan wajahnya. remaja itu masih begitu mudanya, sehingga ada teman yang nyeletuk, "kok ngga pulang nanti dicari emaknya".

mobil-mobil melaju dengan kecepatan siput. jalanan yang seharusnya lancar, agak macet. namun saya kira tak ada yang keberatan dengan kemacetan itu. buktinya tak ada sekalipun bunyi klakson terdengar.

kalau berminat, tinggal minggir dan nego. jangan memusingkan mencari kamar untuk menginap semalam atau sejam. lihat saja di kiri-kanan jalan dan temukan laki-laki pembawa senter.

laki-laki yang kebanyakan berkerudung sarung itu selalu mengedip-ngedipkan senter yang dibawanya. yang tidak membawa senter, mengacung-acungkan kertas atau kayu yang bertuliskan villa dengan huruf besar.

anehnya para lelaki itu selalu berdiri di mulut gang atau pintu rumah yang gelap. tak ada secercah cahaya yang bisa memberi petunjuk vilanya seperti apa. sampai kutemukan papan dari seng dalam keremangan bertuliskan "disewakan villa per jam 30.000".

pantas saja kalau jusuf kalla ingin mempromosikan wisata seks dengan cara kawin kontrak. dengan kontrak semalam atau sejam, hubungan seks menjadi halal. laki-laki bisa melepas hasrat, perempuan dan masyarakat sekitar bisa mendapatkan uang. tak ada yang salah bukan?

hua hua hua …..