jumat sore.
waktu jam kantor belum habis. orang-orang disekitar meja sudah berisik. bukan keluhan yang muncul karena masih banyaknya pekerjaan di akhir minggu, namun mereka memutar lagu-lagu "gila".
terdengar lagu pertama, lagu-lagu abege tentang cinta yang indah, sedih dan memilukan. hello, lionel richie, i fall in love natkingcolle, niji, keris patih, ada band, samson.
orang-orang mulai terbawa emosi. mereka mulai ikut menyanyikan lirik-lirik yang "mewakili" suasana diri salah satu teman disini.
tak ada yang merasa terganggu. yang tak ikutan nyanyi, atau yang masih sibuk kerja hanya senyum-senyum. makin senja lagu-lagu makin tidak jelas. anggur merah ( meggi z), terlena, gubuk derita sampai lagu terkini yang populer : sms ( ria amalia, soundtrack film mendadak dangdut).
kini tak hanya menyanyi, berjoget juga. dengan canda dan umpatan "kotor" mereka saling berbalas celoteh.
semua sepakat, hari ini akan menghabiskan malam dengan berkaraoke. sambil berangkat, nyari makan dulu, ke tempat asing yang belum pernah semua menjamah, masih di seputar jakarta.
ngobrol rame-rame ternyata memboroskan waktu. terasa sebentar, namun seperti tiba-tiba, sudah tengah malam, jam 00.
lalu kami bergegas meluncur ke sebuah tempat karaoke. tempat ini sering mendapat ancaman
dari kelompok "pribumi". mereka menduga tempa tini sebagai sarana mesum terselubung.
padahal senyatanya, tempat ini disediakan untuk sebuah keluarga. gedung yang berlantai tiga ini, terdapat banyak ruangan. setingnya mirip ruang tamu. ada sofa dipojok membentuk setengah lingkaran.dan didepanya ada tv yang dipakai untuk karaoke.
memang ruang ini kedap suara.nyanyi sampai serak tenggorokan juga tak akan mengganggu ruangan lain. haus? tinggal mencet tombol, mbaknya yang cantik akan datang, menanyakan mau pesan makanan/ minuman apa. begitu seterusnya sampai pagi kalau kuat.
disini teman-temanku lebih "gila" lagi. ketahuan deh "aslinya". yang di kantor suka jaim dan pendiam, aslinya peminikmat minuman beralkohol. teman yang suka "bocor" disini lebih bocor nyaris tak ada filternya.
malam memang menghilangkan sekat-sekat struktur, kelas yang tercipta siang.
salah satu teman menyebut orang-orang ini telah mengalami depresi kronis. namun aku menolaknya. mereka hannya perlu "pelepasan" ketegangan sejenak diantara kerja yang mungkin sudah membosankannya.
buktinya , setelah karaoke, sepertinya dada ini terasa "plong" juga.
mulai besok, kebiasaan berubah. paling tidak sampai hari senin minggu depan. karena tak ada rencana pergi, aku akan berada di tempat kost. tidak kemana-mana pun.
kebebasan itu telah datang. orang indonesia bersorak, merayakan kelepasan dari penjajah. kabar suka cita itu hingar-bingar terdengar sampai ke pelosok. bendera merah putih berkibar berkobar-kobar.
cerpen ini ditulis tahun 1967. ketika aku sangat belum lahir, masih di surga kedamaian.
tengah malam menyusuri puncak, memberikan nuansa yang memang beda. dalam balutan udara dingin, kami membelah jalan yang berkelok. 

