setingnya di el savador, film ini berkisah tentang kelamnya perang. seorang ibu dengan tiga anak bertahan di daerah konflik. suaminya pergi saat hujan deras, tanpa ucapan perpisahan dan lambaian tangan duka. chava (11) anak pertamanya berteriak mengejar sampai jembatan kayu depan rumah. namun ayah itu tak hirau.
peristiwanya berlangsung tahun 1980 an saat perang sipil. pemerintahan yang berkuasa melibas pemberontak yang ingin mengkudeta. nyaris tiap menit perang itu berkobar di tanah-tanah kosong dan sela-sela hunian.
schava dan kedua adiknya langsung masuk rumah, membalikkan kasur dan bersembunyi dibawahnya. bising. rumah berdinding papan dan beratap seng itu terkena peluru-peluru. ada peluru yang berseliweran menerobos jendela.
si kecil, ricardito, meraung-raung memanggil ibunya. bersamaan dengan itu satu peluru menembus kaleng di atas meja. isinya menghambur dan salah satunya lipstik warna merah. chava dan maria mencorengi wajahnya untuk menghibur ricardito sampai kelelahan. saat ibunya pulang dari kerja, ia menemukan ketiganya tertidur berpelukan. beberapa penduduk sipil meninggal.
pada hari-hari tertentu tentara pemerintah menculik anak laki-laki diatas 11 tahun untuk dijadikan tentara.
puncaknya, mereka datang ke sekolahan chava, mengambil anak-anak polos itu menjadi tentara. lonceng dibunyikan, semua anak berkumpul di halaman. seorang tentara menodongkan senjata ke kepala kepala sekolah untuk membacakan nama-nama yang "layak". bocah-bocah yang masih berseragam itu tak punya pilihan lain. menurut atau ditembak mati. salah satu teman chava, temo ngompol di celana.
bulan berlalu. saat itu chava dan teman-temannya bermain di pinggir kali. tanpa diduga temo datang dengan seragam militer. ada senjata ditangannya. temo kini berbeda. dia dengan sombongnya merendahkan chava dan temannya dengan menembakkan senjatanya ke udara. chava diam, yang lain pun diam. temo makin merasa berjaya.
secara diam-diam, tentara pemerintah akan mengadakan perekrutan ke rumah-rumah. kabar ini diketahui teman chava yang menjadi pejuang. chava lalu menulis di kertas-kertas lalu membagikan ke setiap pintu. ketika tentara pemerintah datang, tak ada satu anak pun muncul. tentara pemerintah kebingungan. rupanya chava dan teman-teman bersembuyi di atas atap, terlentang menatap matahari.
film drama banget yang disutradarai luis mandoki ini begitu menyentuh. tak hanya laris di negerinya sendiri, film produksi 2004 ini telah memenangi banyak penghargaan:
1. menang golden space needle award kategori best film pada seattle international film festival
2. menang stanley kramer award pada pga golden laurel awards
3. menang glass bear kategori best feature film pada berlin international film festival
4. nominator golden kinnaree award kategori best film pada bangkok international film festival
5. nominasi silver ariel kategori best sound, best editing, best direction, best cinematography , best art direction , best actress
6. menang silver ariel kategori best supporting actress, best special effects , best make-up pada ariel awards, mexico


