penajhatsemalam enggan pergi ke kost. dari kantor yang telah malam menggerakanku mampir ke tempat teman. tertidur sampai pagi. "teman yang baik selalu ada ketika dibutuhkan". waktu yang sudah siang itu ia harus menuju ke kostanku, nungguin dan memboncengkanku sampai ke kantor.

berdua tahu pasti telat masuk kerja. agak terburu, meluncur menyusuri jalanan fatmawati. mobil padat merayap. motor-motor berzig-zag diantara pantat-pantat metromini. setiap celah yang bisa dimasukin stang diterobos. termasuk merangkak ke atas trotoar.

pas belok kiri arah pejaten, kerumuman mobil  makin panjang kebelakang. bak aliran air got yang terhalang sampah, kemacetan itu makin melebar. titik-titik keringat muncul di jidat-jidat yang helmnya terbuka. desing klakson melengking-lengking, asap mengepul.

namun sia-sia. pengendara tak bergerak maju juga. dari arah depan bisik-bisik itu sampai ke telinga. ada perampokan mobil. hmm… siang jam 9: 30 ini? memang penjahat bernyali atau sekedar kenekatan belaka?

dari suara-suara yang terkumpul, dua orang penjahat memakai sepeda motor suzuki satria merampok mobil honda jazz. modusnya masih usang. dengan menyebar paku di jalanan. ketika sasaran terhenti, saat itu mobil dirampas dan dilarikan.

pagi itu dua penjahat yang plat motornya A ****  mestinya merasa beruntung. petualangan hitamnya berakhir dengan selamat. hanya hajaran massa yang tak sampai mati ia terima. ada beberapa polisi berpakaian preman menyelamatkan.

sempat mereka dimasukkan ke dalam "pekarangan" rumah seseorang dan dijadikan tontonan sebelum mobil yang mengangkutnya datang. polisi sangat sigap ketika itu. katanya polisi sudah membuntuti aksinya. ada yang mengatakan penjahat itu sengaja dijebak.

ada suara-suara berseliweran sangat tidak jelas, sampai dua penjahat itu dibawa polisi. namun jalan masih tak menyisakan ruang. orang-orang tiba-tiba menjadi ahli komentator, merasa dirinya paling tahu dan layak didengar komentarnya.

orang-orang yakin aksi penjahat kali ini bukan yang pertama. mereka percaya Tuhan masih akan menutupi aib pertama yang dilakukan. juga yang kedua. dan yang ketiga, entahlah. terserah Tuhan berkehendak apa.

tik tok tik tok jarum jam temanku terus bergerak. jam 10.00 tepat baru bisa menyolokkan sidik jari jempol ke "finger print" agar pintu membuka. lega.