diantara jeda waktu dua undangan resepsi, kemarin menyempatkan ke pesta buku di istora. karena hari terakhir pengunjung sampai berdesakan. memang di setiap hari terakhir, diskon lebih melimpah. dan musim anak sekolah libur.
di beberapa stand penerbit buku-buku diobral nyaris 50%. aku melihat anak muda memborong sampai berpuluh-puluh. ibu-ibu berjilbab turut juga mengantri dengan beberapa buku di tangan.
ke stand lain nyaris sama. kecuali stand buku second dan toko buku yang pindah ke istora yang agak lengang, karena memang tak ada diskon. mungkin pikir pengunjung ngapain beli buku ke istora kalau tak ada diskon.
karena tergesa, hanya sekilas-sekilas mencermati buku-buku yang di diskon. dapat beberapa buku-buku lama yang fenomenal, bahkan sampai sekarang pun (anak bajang menggiring angin, priyayi, ronggeng dukuh paruk salah tiganya. juga buku-buku yang waktu itu dilarang kini bermunculan ( kisah runtuhnya kerajaan majapahit, nyaris semua buku pram)
ada book signing, launching maupun diskusi, namun tak sempat tahu dimana persisnya. karena memang tak ada waktu buat ikutan. tampaknya setiap ada even seperti itu selalu ramai. berarti makin banyk orang yang suka membaca buku. banyak muncul penerbit-penerbit baru. namun kenapa buku masih mahal?
kerumunan yang ramai itu hanya setitik dibanding jumlah orang indonesia. buku masih belum menjangkau ke masyarakat misin di pelosok-pelosok. berkeliling aku sudahi yang ternyata telah satu jam. dapat beberapa buku "keren" tinggal membacanya, entah kapan.


