baru sekarang aku mendapatkan novel ini setelah muncul pertama 30 tahun lalu. layak diterbitkan ulang karena novel ini terbaik versi dewan kesenian jakarta (1975), yayasan buku utama (1978) dan SEA write award (1982). penulisnya, mariane katoppo perempuan pertama yang mendapatkan reward ini.
tema novel ini sebenarnya "usang". membahas kasih yang tak sampai macam romeo dan juliet atau siti nurbaya. bedanya mariane lebih memfokuskan perbedaan adat budaya minahasa dan batak.
kiranya tema menjadi tidak penting benar. bukankah tema-teman fiksi kebanyankan "hanya" tentang cinta, penselingkuhan, pengkhianatan dan penderitaan?
. namun mariane kuat dalam memilih kata-kata yang digunakan. karena dia seorang teolog, banyak kata-kata yang diambil dari al kitab: penghiburan, keampunan dosa atau penyesalan sesama.
dari novel ini juga aku baru tahu, orang minahasa tak mempunyai kosa kata terimakasih. mereka mengenal "danke" yang dipinjam dari bahasa belanda. atau "terima kase" yang diambil dari bahasa melayu.
seting novel ini tahun 1960an yang waktu itu tema kesukuan masih sensitip.
raumanen, gadis minahasa yang jatuh cinta kepada monang. cinta mereka terus berkembang sampai di sebuah tempat di puncak. saat itu malam bergerimis. di vila itu kekuatan cinta mereka diadu.
aliran cerita sudah sangat bisa ditebak, keluarga monang menolak perempuan dari "luar". ibunya lebih memilih perempuan sesuku pilihannya. dan monang memang pengecut. bukan tak mencintai raumanen, namun ia lebih patuh kepada ibu dan keluarga besarnya.
perpisahan membuat keduanya menderita. raumanen terkucil dari manusia dan Tuhannya sekaligus. ia dirawat di sebuah rumah khusus. tapi dia tak menyesalinya sampai monang bersujud di salib putih diatas batu yang bertuliskan raumanen.
raumanen dijadikan judul novel ini berasal dari bahasa kuno minahasa yang artinya gadis pemberi kuncup. dan kiranya tepat nama itu untuk gadis yang kuncup-kuncup harapanya tak pernah mekar.



hiks sedih….
kalau baca bukunya bisa lebih sedih mbak. bagaimana monang tak mempersialkan masuk ketika raumanen datang kerumahnya karena didalam rumah ada pertemuan dengan keluarga calon isteri pilihan ibunya. namun raumanen sangat tegar. tak menyesali tapi telah memaafkan monang dan tetap mencintainya.
Comment by elly.s — July 7, 2006 @ 10:39 pm
Correction: Raumanen artinya gadis pemberi kuncup…bukan “pemetik” kuncup…Mohon koreksinya yah…karena ini nama gue boo!...hehehe…
Comment by Raumanen — March 12, 2007 @ 12:44 pm