siang yang panas. di dalam warung bu yati, semua kursi terisi orang yang menikmati makan siangnya. asap dari pembakaran daging kambing meruap ke sela-sela kerupuk kulit, tisu dan asbak-asbak di meja meja.
di luar, pinggir jalan raya yang ada pohon rimbunnya masih banyak yang antri. kata teman saya, memang warung sate kambing ini cukup terkenal di jakarta selatan. kontras dengan warung kiri kananya yang juga menjual makanan.
yang datang kebanyakan berkelompok-kelompok. dari kantor-kantor yang berderet sepanjang jalan warung buncit raya. tak hanya bunyi piring dan sendok yang membisingkan telinga. suara-suara tawa, canda dan omongan pun saling beradu.
mas masnya yang melayani sangat cekatan. menanyai satu-satu dan menuliskanya dalam kertas. lalu menuju ke tempat pembakaran. sate kambing pesanan lebih cepat dari yang dikira. seporsi yang 10 tusuk, tiap usuknya ada tiga irisan daging, tiga lainnya lemak putih. cara menyusunnya diselang seling.
dagingnya masih tampak merah, setengah matang. ditambahkan diatasnya irisan cabe rawit, tomat merah dan bawang goreng. juga kecap manis warna coklat pekat. salah satu temen selain pesan sate, pesan juga tongsengnya. dahsyat!
ada selorohan, emangnya nanti malam mau lembur? hmm.. mitos yang tak pernah berhenti sampai sekarang. padahal faktanya lebih menyeramkan. karena daging merah akan lebih menyusahkan dinding usus menyerap sarinya. usus harus bekerja lebih keras yang tentu memboroskan energi. tubuh menjadi lebih cepat capai, mengantuk. belum lemak jenuhnya.
minumnya jus jeruk. orang-orang menyangka jeruk yang asam itu bisa melarutkan lemak. menurut buku food combining, itu adalah paduan yang sangat buruk".
namun sekali-sekali boleh kan menikmati daging bakar itu sekedar variasi menu? mungkin begitu alasan orang-orang yang makan siang itu. atau tak tahan godaan aroma daging yang terbakar dan campuran merica yang membangkitkan selera?.
warung itu sampai akhir jam makan siang tetap ramai. aku bayangkan, ribuan kambing muda dikuliti tiap pagi. dibantai hanya untuk memuaskan selera. dan kenapa ya ketika menghilangkan nyawa makhluk hidup harus mengucapkan atas nama Tuhan? hayoo…



eh hem… sedaaaap…
saya dulu penggemar berat sate & tongseng mas…
tapi terpaksa di-rem gara2 takut tensinya naik…
sekarang juaraaaaaang banget makan daging kambing…
saya juga mulai mengurangi mas. kalau bisa berhenti makan daging merah. terus nanti kalau bisa menghindari sama sekali. katanya makan tumbuhan bisa lebih sehat.
Comment by bagonk — June 27, 2006 @ 9:45 am
makan kambingnya suk wae yen wes duwe bojo …
mesoane kasure dadi modal-madul …
Comment by bahtiar — June 28, 2006 @ 11:14 am
Walah.. iki wong bujang2 ojo makan sate kambing… kan belum ada lemburan he he he
Nanti malah eror lho….......
Comment by elly.s — June 28, 2006 @ 4:58 pm
Sate wedus mengandung vitamin. Terutama yang bau-bau itu lho…
seperti “BEROK” wedus. BEROK wedus adalah salah satu “Parfum” yang sangat langka di Dunia. Sampai saat ini masih konsumsi oleh wedus buat memperwangi badannya, agar menarik lawan jenisnya.
Comment by Simoen — July 7, 2006 @ 8:55 am
Buat yang suka makan sate kambing tapi susah dapet sate kambing yang enak di Jakarta, kayaknya perlu coba makan sate kambingnya Sate Djenderal, itu tempat baru mulai maret kmaren, lokasinya Jl. Kenari II no (kalo ga salah nomer 45), belakang Kenari Mas, ada BCA terus lagi dikit. Satenya empuk,tapi bukan pake pengempuk kayak daun pepaya atau nanas, jadi satenya segar, khas kambing muda gitu. Nggak kayak yang aku prnh makan di jakarta, pada keras, bikin capek ngunyahnya, tapi pada rame aja, kayak pada ga tau dimana cari sate yang enak. Sate Djenderal tempatnya juga lumayan enak. Sop kambingnya juga enak, nggak encer, bumbunya berani, beda sama sop kambing yang biasa ada di Jakarta, encer dan bumbunya asal.
Kata yang jual sih ntar bakal ada tambahan menu kambing bakar, dan kambing goreng yang rasanya bakal bikin pecinta menu kambing bakal ketagihan.Soal takut stroke dan lain-lain,setau aku di negeri Arab tiap hari orang makan kambing, pada stroke dong…?yang penting penyeimbangnya kan, kayak buah, jeruk, acar, sayur, olahraga,dll.Perlu di coba…
Comment by Abdullah — May 5, 2007 @ 7:52 am
Mau cari sate kambing & sop kambing enak di Jakarta? Gampang, datang saja ke Warung Sate Djenderal! Sate kambingnya empuk dan fresh lain dari sate kambing pada umumnya di Jakarta, Begitu pula dg sop kambingnya tidak encer tapi tdk terlalu kental dg bumbu yg berani. Intinya perlu dicoba! Tempatnya juga enak, bersih dan nyaman. Terletak di Jl. Kenari II (sy lupa no.nya sebelah toko Laris) di belakang Pasar Kenari Lama
Comment by Said — May 14, 2007 @ 4:50 am
Kalo buat penggemar kambing, tempat yg paling g rekomendasiin ada di pluit, adanya di deket toko buah “Jakarta” & toko buah “Rezeki”.. Warung steak, sate, & sop kaki kambing “H.Tupac Shakur”
Di situ menu2 kambingnya ada sate kambing (asli enak banget + gede2), sop kaki kambing (kuah susu), sama nasi goreng kambing.. Selain itu juga ada sate ayam, steak, sama kentang panggang/goreng..
Tempatnya mayan bagus, harganya juga relatif mulai 10 ribu – 30 ribuan.. tapi yg pasti soal rasa, bener2 enak banget..
Comment by Kambingmania — November 12, 2008 @ 2:02 pm
iya, sate kambing yg di tupac shakur memang enak bgt tuh. biasanya kalau makan 1 porsi nggak bisa habisin sendiri. soalnya dagingnya gede-gede. sate ayamnya juga sama gedenya.
Comment by Chubbygal — November 12, 2008 @ 4:21 pm
aq udah coba makan di tupac shakur. makan sop kaki kambingnya + sate kambing setengah porsi. aduuuhhhh…. enak bgt, apalagi tadi ujan gerimis. anginnya agak dingin2 gt. jadi makin nikmat makannya.
tempatnya bersih, makanannya enak, harga ngga mahal. thx buat kambingmania atas infonya.
Comment by anaknegeri — November 21, 2008 @ 2:49 am