sekembali dari pulang, banyak yang menanyakan oleh-oleh. he he … aku paling enggan untuk membawa-bawa barang dari tempat jauh, karena bisa didapatkan di sini. apalagi hanya sekedar makanan.
bukan karena saya tak punya perhatian
.
bukankah buah tangan tak selalu berwujud benda-benda? berarti lebih tepat bukan buah tangan, buah mata, buah telinga mungkin?. akan aku ceritakan apa yang tertangkap oleh mata, walaupun aku juga tahu belaka, mata itu kadang menipu.
mengharukan melihat orang tua-orang tua kesepian di rumahnya. rumah-rumah yang tak berubah sejak kutinggalkan itu ruangannya kini tampak lebih lebar. yang menempati hanya dua orang. laki-laki yang kulitnya mengeriput terpanggang matahari dan di sampingnya tak kalah renta, seorang perempuan yang rambutnya putih bersih mendampingi setia.
lagunya ebiet gad: titip rindu buat ayah sangat pas menggambarkannya:
……….
benturan dan hempasan terpahat di keningmu
kau nampak tua dan lelah keringat mengucur deras
……….
sewaktu kecil, mereka habis-habisan bekerja agar bisa membelikan susu. tak pernah terlewat sepagi pun untuk selalu membangunkan agar tak telat ke sekolah. mencarikan pinjaman uang untuk sekedar membeli sepatu hanya agar anaknya tak malu.
ketika sudah bisa mandiri, melepas dengan rela. dan anaknya pun mengiyakan dengan suka cita. cukup lambaian tangan sebagai tanda terimakasihnya.
mereka tak sendirian. nyaris seluruh kampung hanya berpenghuni seepasang orang-orang tua. salah satu gedung sekolah dasar kandang ayam karena semakin menyusutnya jumlah anak-anak.
lalu lainnya kemana? pergi. orang-orang itu merasa kampung tak lagi muat lagi untuk dirinya. berseraklah mereka ke mana pun. mencari ruang yang lebih luas untuk masa depannya.
kepergian mereka menyisakan kesepian dan kehampaan yang tak terkatakan. seperti diamnya sepasang orang tua yang setiap sore duduk di teras. hanya kenangan puluhan tahun lalu yang tersisa, ketika mereka berdua masih sebagai pengantin. belum ada siapa-siapa. sekarang suasana itu berulang.
aku bayangkan tak berapa lama, selesai sudah "tugas"nya di dunia. mengantarkan anak-anak mewujudkan anganya. tak pernah berharap apa-apa. bahkan selalu mendoakan sampai akhir hayatnya. lalu apa yang telah kuperbuat bagi mereka berdua? hiks hiks, sedih.


