judul buku ini cukup unik ya: the monk who sold his ferrari. berisi kisah spiritual tentang usaha menggapai impian dan takdir. terjual lebih dari sejuta eksemplar. pas bagi yang mencari "pencerahan".
penulisnya robin sharma. ia yang memang pemikir ahli kepemimpinan dan penemuan diri ini pintar mengajak pembacanya untuk terus membuka lembar pertama sampai lembar ke duaratus. awal cerita, seorang lawyer terkenal, julian pingsan ditengah persidangan. atas saran dokternya dia harus meninggalkan dunia yang telah melambungkan namanya.
dia pergi ke puncak himalaya. ia ingin "menyederhanakan hidup" dan berharap memperoleh jawaban. dalam perjalanan, dia bertemu dengan laki-laki berjubah merah panjang. kepalanya ditutup kerudung biru tua. laki-laki itu acuh, seakan malah menghindar.
julian memanggil orang yang membawa keranjang penuh bunga itu. orang itu berhenti. diam. tidak menoleh sederajatpun. julian mamandangi. mata orang itu setajam mata kucing. dan walau tampak tak muda lagi, kulit orang itu begitu lembut dan memancarkan kemudaan.
"apakah anda tahu dimana saya bisa bertemu guru besar Sivana?"
"kenapa kamu mencari guru itu kawan?"
julian membuka hati dan menceritakan masa lalunya, yang menukar kesehatan dan energinya dengan sederet angka digital dalam rekeningnya. ia ingin meninggalkan semua itu dan menemukan harmoni dalam dirinya dan kedamaian abadi.
melewati jalan setapak berkelok berumput, kedua orang itu menuju kuil yang berada di balik gunung. sampailah mereka ke sebuah lembah yang subur. di sisi samping tampak tebing yang tertutup salju. di sisi yang lain terhampar hutan pinus dan cendana yang memberikan aroma segar.
agar nyerinya berkurang, julian melepas sepatu. telapak kaki telanjang itu menyentuh lumut basah. ia terkejut memandang bunga-bunga anggrek yang berada diantara pepohonan.
kurang lebih 15 menit, mereka sampai pada sebuah perkampungan yang menakjubkan. sepanjang pandangan yang tampak hanya bunga mawar. angin berhembus pelan, menggoyangkan tangkai-tangkai mawar. selebihnya sunyi. kampung surga sivana.
di sebuah kuil yang sederhana itu yogi raman yang teryata pemimpin spiritualis itu mengajarkan teknik-teknik agar hidup lebih bersemangat, kreatif dan puas.
cara-cara untuk mencapai itu, antaranya sepuluh ritual kehidupan yang berseri:
1. ritual kesunyian
ritual ini memastikan ada periode perdamaian di jadwal harian. hanya perlu waktu 15 menitan untuk menjelajahi dan belajar mengenal siapa diri kita sebenarnya. kesunyian akan menghubungkan sumber kreatif di dalam diri, selain membuat rileks. kalau di islam mungkin shalat.
2. ritual fisik
berjalan di lingkungan alam, hutan yang lebat akan memulihkan kembali tubuh pada kondisi alamiahnya. bila cuaca terlalu buruk, bisa melakukan yoga di ruangan. ternyata bernafas itu tak sekedar untuk bertahan hidiup. bernafas yang efektif akan melipatgandakan energi yang dimiliki. selain perut menjadi ramping.
3. ritual memelihara hidup
ubah pola makan, mejadi vegetarian. makanan yang buruk akan memberi efek nyata dalam hidup, menghabiskan energi fisik dan mental serta akan mempengaruhi suasana hati dan menghambat kejernihan berpikir. selain itu akan memperpanjang usia.
4. ritua pengetahuan
membaca. minimal 30 menit sehari akan membawa keajaiban di dalam diri. bacalah buku yang bisa "memperbaiki diri" dan juga "kualitas hidup" : biografi, buku filsafat dan lainnya.
5. ritual refleksi pribadi
menyendiri di sebuah sudut ruangan untuk mempertimbangkan apakah yang telah dilakukan seharian positif dan konstruktif atau negatif dan perlu perbaikan. benjamin franklin selalu menyempatkan menyingkir ke sudut rumahnya yang sunyi untuk merefleksikan hari itu.
6. ritual bangun pagi
sinar matahari pagi akan membuat kita muda kembali. setelah bangun tidur, fokuskan pikiran dan tanyalah pada diri sendiri? "apa yang akan ku lakukan jika ini hari terakhirku?"
7. ritual musik
8. ritual kata-kata
ucapkan tujuan dengan , pagi siang dan malam. hal itu akan memberikan pengaruh positif. kata-kata mempengaruhi pikiran. kamu adalah yang kamu pikirkan sepanajng hari. gambaran dirimu adalah ramalan yang terjadi dengan sendirinya.
9. ritual karakter yang selaras.
ketika kamu menabur pikiran, kamu menuai tindakan, tuailah tindakan maka kamu akan menabur kebiasaan. taburlah kebiasaan maka kamu akan menuai karakter. taburlah karakter maka kamu akan menuai takdirmu.
10. ritual kesederhanaan
ini yang paling penting. kata yogi raman: jangan pernah hidup di dalam kabut hal-hal yang kabur. berfokuslah hanya pada prioritasmu, yaitu aktifitas yang benar-benar bermakna. pisahkan yang bernilai dengan tak bernilai, hal itu akan membuat hidup harmoni.
lakukan dengan tidak esktrem, semuanya tidak secara berlebihan.
bagaiamna, sudah siap memulai?


