jalandua siang ini, sengaja ngeluyur, keluar pada jam kerja. sebenarnya tak ada urusan penting benar. hanya ingin memboroskan waktu saja. tak apa, memang ini sangat tak produktip. sekali-sekali tak apa juga kan melakukan kesia-siaan?

otak ini sebenarnya masih mampu melakukan pekerjaan yang sebenarnya mudah. namun hati yang selalu merasa berat. entah kenapa kadang otak selalu kalah ketika berantem. ini khusus yang aku alami siang ini saja lho.

sebenarnya, diam-diam aku sudah berjanji untuk berlaku baik. sayang ketika ada godaan yang sedikit saja. aku kalap. pertahananku sangat rapuh. esoknya mulai lagi dan gagal lagi. tak pernah menyerah. selalu mengulangi, mencari kepuasan diri.

padahal aku tahu belaka dari buku juga. "kesenangan tak datang dari benda-benda diluar diri. kebahagiaan hanya datang dari dalam." sampai disitu aku paham. yang masih gelap, bagaimana caranya sampai ke situ?

entahlah. yang jelas berat. aku masih harus mencari.

sampailah di gunung agung. mengitari rak-rak, meliat buku-buku yang terpajang lalu tertarik. the book of mirdad, to kill a  mockingbird dan the monk who sold his ferrari. semuanya fiksi terjemahan. satu buku lagi, sukses, dibagun setiap hari. buku tulisan jhon c maxwell ini bukan fiksi. tapi semacam panduan pembangkit motivasi.

pilihan buku-buku itu karena resensi yang kubaca di milis. tak begitu yakin, hanya suka topik yang diulas. dua buku membicarakan  spiritual, filosopi dan mistis. semacam buku-buku karya paulo coelho. kalau buku to kill a  mockingbird aku sudah sering mendengar buku klasik ini. pemenang pulitzer prize ini copy rightnya tahun 1960.

dua jam terasa singkat di keramaian itu. masih banyak buku yang ingin di beli, namun tak punya daya. harus bersabar sampai bulan depan. itu pun kalau tak ada rencana yang tak terduga.