hidup yang singkat, mari kita rayakan
dailyJune 27, 2006 9:39 am

satesiang yang panas. di dalam warung bu yati, semua kursi terisi orang yang menikmati makan siangnya. asap dari pembakaran daging kambing meruap ke sela-sela kerupuk kulit, tisu dan asbak-asbak di meja meja.

di luar, pinggir jalan raya yang ada pohon rimbunnya masih banyak yang antri. kata teman saya, memang warung sate kambing ini cukup terkenal di jakarta selatan.  kontras dengan warung kiri kananya yang juga menjual makanan.

yang datang kebanyakan berkelompok-kelompok.  dari kantor-kantor yang berderet sepanjang jalan warung buncit raya. tak hanya bunyi piring dan sendok yang membisingkan telinga. suara-suara tawa, canda dan omongan pun saling beradu.

mas masnya yang melayani sangat cekatan. menanyai satu-satu dan menuliskanya dalam kertas. lalu menuju ke tempat pembakaran. sate kambing pesanan lebih cepat dari yang dikira. seporsi yang 10 tusuk, tiap usuknya ada tiga irisan daging, tiga lainnya lemak putih. cara menyusunnya diselang seling.

dagingnya masih tampak merah, setengah matang. ditambahkan diatasnya irisan cabe rawit, tomat merah dan bawang goreng. juga kecap manis warna coklat pekat. salah satu temen selain pesan sate, pesan juga tongsengnya. dahsyat!

ada selorohan, emangnya nanti malam mau lembur? hmm..  mitos yang tak pernah berhenti sampai sekarang. padahal faktanya lebih menyeramkan. karena daging merah akan lebih menyusahkan dinding usus menyerap sarinya. usus harus bekerja lebih keras yang tentu memboroskan energi. tubuh menjadi lebih cepat capai, mengantuk.  belum lemak jenuhnya.

minumnya jus jeruk. orang-orang menyangka jeruk yang asam itu bisa melarutkan lemak.  menurut buku food combining, itu adalah paduan yang sangat buruk".

namun sekali-sekali boleh kan menikmati daging bakar itu sekedar variasi menu? mungkin begitu alasan orang-orang yang makan siang itu. atau tak tahan godaan aroma daging yang terbakar dan campuran merica yang membangkitkan selera?.

warung itu sampai akhir jam makan siang tetap ramai. aku bayangkan, ribuan kambing muda dikuliti tiap pagi. dibantai hanya untuk memuaskan selera. dan kenapa ya ketika menghilangkan nyawa makhluk hidup harus mengucapkan atas nama Tuhan? hayoo…

dailyJune 22, 2006 2:21 am

bukudatang juga buku yang dipesan di inibuku.com itu. dapat diskon 15 % dari harga pasar namun waktunya lebih lama, nyaris 4 hari tunggu. begitulah  selalu ada konsekuensi-konsekuensi. tak apa ongkos kirimnya gratis ini.

sudah sejak bulan lalu bajet untuk buku tersedia, dijadikan prioritas utama. karena katanya buku itu teman paling pendiam dan setia. penasehat paling bijak dan mudah didatangi. juga guru yang paling sabar.

tak salah rupanya teman-teman yang meminjamnya. meskipun sebagian mereka mungkin memahami "hanya orang bodoh yang meminjamkan buku, dan lebih bodoh lagi yang mengembalikannya".

begitu banyak orang suka menulis. kata clara ng ( novelis dan penulis buku anak), menurutnya ada tiga alasan. karena usia singkat,tapi banyak yang harus diucapkan. dua, karena dia tak abadi, tetapi cerita yang dituliskannya kekal. tiga, karena hidup lekang, sementara imajinasi seluas alam semesta.  

kata pram lain lagi. " setinggi dan seluas apapun kepandaian seseorang, selama tak menuliskannya, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. menuls adalah bekerja untuk keabadian."

pengarang adalah seorang pekerja individual, yang bekerja seorang diri, mengutamakan pikiran dan perasaanya sendiri. mungkin ini yang menimbulkan watak individualis bagi sebagian pengarang. karena itu dia tidak disukai lingkungannya, terutama yang mengutamakan tata tertib (ini masih kata pram).

karena selalu sendiri, mungkin membuat pengarang "kesepian" dan depresi. meskipun dia begitu dikagumi banyak orang. misalnya Virginia Woolf. ia memilih bunuh diri untuk melenyapkan depresinya. penulis yang kisahnya telah di filmkan itu (the hours) menenggelamkan dirinya di sungai dengan kantung dipenuhi batu.

ada lagi Yasunari Kawabata, pengarang jepang peraih nobel tahun 1968 ini juga lebih suka mempercepat kematiannya. tak ada catatan alasan kenapa dia melakukan itu. hanya saja, salah satu temannya Yukio Mishima lebih dulu melakukannya. terinspirasi? 

katanya menulis itu juga salah satu terapi untuk menghilangkan depresi? kenapa ya kasus seperti itu muncul juga? sebuah kekecualian belaka?

kalau yang ini pasti benar: "buku itu jendela dunia". lalu pintu dan atapnya apa?  :)

ada juga buku gratis. http://media.isnet.org,   http://islamlib.com/EBOOKS/ebooks.html atau http://www.ilmukomputer.com salah tiganya.

dailyJune 17, 2006 8:15 am

larisudah sabtu lagi. hari-hari melintas cepat, namun tahun terasa lama berganti. berkurang  seminggu lagi kontrak "tinggal" di sini. tapi tak apa, bukankah waktu tak bisa dimundurkan lagi?

sisa waktu yang tinggal sebentar ini, masih juga menyisakan banyak keinginan. aku jadi ngga yakin bisa menggegamnya.

einstein menuliskan, waktu itu relative. ketika kau bercengkerama dan bercinta dengan pacar, waktu terasa sangat singkat. namun ketika sedang menuggunya, terasa begitu  merayap.

nah sekarang bagaimana menciptakan suasana agar selalu "merasa"  bercinta tiap hari? sekaranglah saatnya memulai. mumpung tanggal 15, malam minggu dan tak punya pacar.

kata pengajar hypnosis, itu masalah pengendalian pikiran. kalau kau sudah jadi panglima pikiranmu, kebahagiaan puncak akan teraih. mudah sekali? iya.

agar sabtu cepat berlalu, aku akan mempercepatnya,  sehingga senin segera datang lagi. aku akan menjadikan detik demi detik begitu menyenangkan.
 
karena aku suka membaca dan menonton, aku akan ke warung kopi saja. sendirian. berjam-jam memelototi orang-orang yang  sengaja memperlihatkan dirinya.

aku sih hanya menduga saja, buktinya mereka masuk ke tempat berdinding transparan ini. memesan secangkir kopi  dan selebihnya  mengamati orang-orang yang berseliweran menghabiskan malam panjang. atau merenung, bercakap-cakap dengan dirinya sendiri.

banyak orang ke tempat ini sendirian. kermaian di sini bukanlah suatu kebersamaan yang akrab. tak ada rasa menjadi bagian dari komunitas.  jangankan ngobrol atau saling menyapa, ingin kenal pun tidak.

tapi disini waktu terasa bergitu sangat cepat. dua cangkir kopi tertelan sudah. banyak data-data "terekam" sudah. saatnya menuliskanya, seperti yang kuterakan disini. he he he

dailyJune 16, 2006 8:48 am

belanjajakarta memulai great salenya. peristiwa tahunan ini selalu dinanti sebagian orang.  tanggal 15 juni-16 juli ini kesempatan bagus untuk menghabiskan uang dan memuaskan hasrat.

tak perlku ke singapura kan?

penguasa jakarta telah memerintahkan semua penjual untuk mendiskon harga dagangannya. fashion, furniture dan makanan tentu saja yang paling banyak turun harga. dan semua keramaian itu terpusat di kemayoran dan pasar gambir.  di arena prj (pekan raya jakarta, mestinya brj: bulan raya jakarta) tak hanya barang yang yang digelar. pentas musik dan atraksi ketangkasan berlangsung sampai tengah malam.

hajatan itu membuat jakarta agak berubah. dekorasi lampu di jalan-jalan utama menjadi meriah, rute-rute bus kota dibelokkan ke prj. orang-orang dari sekitar jakarta lebih mudah mencapai tujuan.

hari-hari biasa buka mulai jam 14:00 sampai 24. dan hari sabtu/minggu buka lebih pagi, jam 10.00. hari libur pengunjung lebih berjubel. anak-anak dan ibu-ibu berderet antri di loket. seperti tahun lalu, tiketnya berhadiah.

kesempatan itu dipakai seseorang dengan menyewakan ballpoin. karena setiap pengunjung harus mengisi data-datanya untuk diikutkan dalam undian. lumayan mahal rasanya 2000 rupiah untuk menyewa ballpoin yang dipakai hanya sekitar 1 menit itu.

yang paling mencolok, disepanjang pinggir jalan berderet penjual kerak telor. makanan asli betawian ini seolah selalu tak sanggup memenuhi permintaan pengunjung.

bagi anak-anak, saatnya pesta snack. banyak yang menjualnya secara karungan. tapi mesti jeli tanggal expired nya, jangan-jangan jajanan itu adalah hasil bersih-bersih gudang produsennya.

ketika malam, live show marak. artis-artis top berhamburan di panggung. juga permainan ketangkasan, lempar bola, teka-teki, tebak-tebakan dan yang pasti menendang bola ke gawang.

sekedar cuci mata, datanglah ke prj. pameran produk-produk baru melimpah. barang rumahan yang unik-unik sampai barang-barang IT terkini. dan yang paling menarik mungkin penjaga stand nya yang kebanyakan bajunya tak komplit, setengah telanjang!.

namun ketika aku mencek daftar harga, barang-barang itu semuanya mahal ( bagi aku aja ini mah). tentu saja masih ada yang murah. apa itu? harga dir!  hi hi hi…

dailyJune 15, 2006 10:10 am

orang tuasekembali dari pulang, banyak yang menanyakan oleh-oleh. he he … aku  paling enggan untuk membawa-bawa barang dari tempat jauh, karena  bisa didapatkan di sini. apalagi hanya sekedar makanan.

bukan karena saya tak punya perhatian :) .

bukankah buah tangan tak selalu berwujud benda-benda? berarti lebih tepat bukan buah tangan,  buah mata, buah telinga mungkin?. akan aku ceritakan apa yang tertangkap oleh mata, walaupun aku juga tahu belaka, mata itu kadang menipu.

mengharukan melihat orang tua-orang tua kesepian di rumahnya. rumah-rumah yang tak berubah sejak kutinggalkan itu ruangannya kini tampak lebih lebar. yang menempati hanya dua orang. laki-laki yang kulitnya mengeriput terpanggang matahari dan di sampingnya tak kalah renta, seorang perempuan yang rambutnya putih bersih mendampingi setia.

lagunya ebiet gad: titip rindu buat ayah sangat pas menggambarkannya:
……….
benturan dan hempasan terpahat di keningmu
kau nampak tua dan lelah keringat mengucur deras

……….

sewaktu kecil, mereka habis-habisan bekerja agar bisa membelikan susu. tak pernah terlewat sepagi pun untuk selalu membangunkan agar tak telat ke sekolah. mencarikan pinjaman uang untuk sekedar membeli sepatu hanya agar anaknya tak malu.

ketika sudah bisa mandiri, melepas dengan rela. dan anaknya pun mengiyakan dengan suka cita. cukup lambaian tangan sebagai tanda terimakasihnya.

mereka tak sendirian. nyaris seluruh kampung hanya berpenghuni seepasang orang-orang tua. salah satu gedung sekolah dasar kandang ayam karena semakin menyusutnya jumlah anak-anak.

lalu lainnya kemana? pergi. orang-orang itu merasa kampung tak lagi muat lagi untuk dirinya. berseraklah mereka ke mana pun. mencari ruang yang lebih luas untuk masa depannya.

kepergian mereka menyisakan kesepian dan kehampaan yang tak terkatakan. seperti diamnya sepasang orang tua yang setiap sore duduk di teras. hanya kenangan puluhan tahun lalu yang tersisa, ketika mereka berdua masih sebagai pengantin. belum ada siapa-siapa. sekarang suasana itu  berulang.

aku bayangkan tak berapa lama, selesai sudah "tugas"nya di dunia. mengantarkan anak-anak mewujudkan anganya. tak pernah berharap apa-apa. bahkan selalu mendoakan sampai akhir hayatnya. lalu apa yang telah kuperbuat bagi mereka berdua? hiks hiks, sedih.