dulu banget, ketika pelajaran ilmu alam pertama kali, guru mengajarkan tentang makhluk. ada dua macam, hidup dan tak hidup. rupanya tak sepenuhnya tentang itu benar. aku pernah mendengar, makhluk itu ternyata semuanya hidup.
tak hanya hewan, manusia dan tumbuhan saja yang hidup. bumi (batu, tanah), udara dan air pun hidup. mereka membentuk suatu rangkaian aktivitas yang saling mempengaruhi. sehingga selalu merespon terhadap apa yang kita perbuat terhadapnya.
bencana-bencana yang selalu saja terjadi, tak pernah ada yang merasa itu adalah sebuah reaksi. tak ada yang merasa bersalah dengan tindakan yang telah dilakukan. alam yang selalu disakiti, tentu lama-lama akan memberontak dan mungkin "membalas".
orang-orang mengganggap alam hanya makhluk mati. akan diam saja ketika kita mengekspoitasinya. padahal alam sebagai makhluk hidup, tentu seperti kita yang suka bersahabat. celakanya orang-orang pintar, orang-orang yang merasa modern merasa tak perlu bersahabat dengan alam.
bandingkan dengan orang-orang pedalaman yang tak mengenal bangku sekolah. suku dayak di kaltim mempunyai sistem penjagaan hutan Petkuq Meuhuey. hanya untuk kebutuhan tertentu orang dayak menebang pohon. hanya hewan babi saja yang boleh di buru.
suku suku lain, saya kira mempunyai sistem yang tak kalah "canggihnya" dalam memahami alam. mereka orang-orang yang mengenal dan bersahabat karib dengan alam di sekitarnya. karena mereka merasakan hubungan yang saling menguntungkan. dengan tetap menjaga dan saling memahami, alam tak menggejolak.
mbah maridjan sangat mengerti betul bahasa alam. sangat memahami maksud tanda-tanda setiap gerakan lava, hembusan awan panas dan suara gemuruh yang ditimbulkan merapi. ia selalu melarang orang-orang mengeruk pasir hitam dengan alat-alat berat. dengan mayarakat sekitar ia menjaga setiap sarang elang hitam dari jarahan penserakah. dan lainya.
sehingga ketika orang mengungsi, takut merapi yang diperkirakan segera meletus, dia tetap tenang. bukan artinya kita menolak teknologi lo. teknologi kan hanya sarana membantu, menegaskan tanda-tanda yang sudah ada sebelumnya. buktinya gempa itu tak terdeteksi sebelumnya.
untuk orang-orang yang telah mengal tanda-tanda alam, kejadian gempa jogja itu sudah diduga. bahkan kira-kira tanggal 4, 5 atau 6 katanya merapi akan meletus lagi. kita tunggu aja coba, kekekekkekek


