hidup yang singkat, mari kita rayakan
dailyMay 31, 2006 9:11 am

almssehari setelah gempa, temen kerja menyarankan agar mendirikan posko. seperti posko-posko yang berlomba-lomba "promosi" di media dan sepanjang pinggiran jalan. namun salah satu responnya, "bikin posko itu tidak gampang. harus ada tim khusus. pertanggungjawabannya tidak mudah dan lainnya". stop. tak ada reply lagi.

teman lain lalu mengajak membantu korban gempa dengan sekedar "saweran". tak seserius posko yang harus menyewa akuntan publik. toh dermawan-dermawan yang dimintai sumbangan hanya sekitar sendiri. mereka sudah saling percaya.

sampai hari ketiga, postingan itu tak ada reaksi sama sekali.  ini akhir bulan. dan ada tambahan pendapatan luar biasa, bonus. sebegitu tak  pedulinya teman-temanku?

tak perlu berprasangka buruk dulu! bisa jadi mereka sudah menyumbang di tempat lain. toh dia tak akan kesulitan mendapatkan posko. tinggal mampir di atm, klik alamat internet, atau pencet-pencet tombol keypad di hp. begitu mudah dan "personal". bukankah beramal itu kegiatan yang tak perlu disuarakan?

bisa jadi benar. namun ada kemungkinan lain juga. besarnya pendapatan ( kali ini plus bonus) akan meningkatkan kualitas konsumsi. semakin orang mempunyai banyak uang, semakin pengeluaranya juga besar. namun kebutuhan untuk dirinya sendiri lho. dia menjadi orang pelit. (ini hanya dari pikiran-pikiran buruk belaka yang melintas-lintas).

atau barang kali teman-teman tidak mempercayai pengumpul sumbangan itu? sebegitu brengsekah pengumpul dana itu? saya yakin ini salah besar. bukankah ini bukan pertama kalinya diadakan? sewaktu sunami aceh, saat ada perayaan perkawinan atau penyambutan bayi, pengumpulan dana itu lancar.

jadi kira-kira kenapa?

"harus pakai cara lain! jangan menunggu tapi menjemput uang".  namun temanku itu menolak untuk "mengemis". alasan dia, kalau mau menyumbang pasti dia akan datang kesini (ke mejanya). lalu dicari jalan tengah, hari jumat nanti, akan disediakan kotak di samping kasir. orang-orang akan dengan jelas paham apa maksudnya, saat mengambil uang makan mingguan.

mudah-mudahan dapat banyak, dan bermanfaat bagi seuprit orang jogja-jateng.

dailyMay 30, 2006 10:09 am

pohondulu banget, ketika pelajaran ilmu alam pertama kali, guru mengajarkan tentang makhluk. ada dua macam, hidup dan tak hidup. rupanya tak sepenuhnya tentang itu benar. aku pernah mendengar, makhluk itu ternyata semuanya hidup.

tak hanya hewan, manusia dan tumbuhan saja yang hidup. bumi (batu, tanah), udara dan air pun hidup. mereka membentuk suatu rangkaian aktivitas yang saling mempengaruhi. sehingga  selalu merespon terhadap apa yang kita perbuat terhadapnya.

bencana-bencana yang selalu saja terjadi, tak pernah ada yang merasa itu adalah sebuah reaksi. tak ada yang merasa bersalah dengan tindakan yang telah dilakukan. alam yang selalu disakiti, tentu lama-lama akan memberontak dan mungkin "membalas".

orang-orang mengganggap alam hanya makhluk mati. akan diam saja ketika kita mengekspoitasinya. padahal alam sebagai makhluk hidup, tentu seperti kita yang suka bersahabat. celakanya orang-orang pintar, orang-orang yang merasa modern merasa tak perlu bersahabat dengan alam.

bandingkan dengan orang-orang pedalaman yang tak mengenal bangku sekolah. suku dayak di kaltim mempunyai sistem penjagaan hutan  Petkuq Meuhuey. hanya untuk kebutuhan tertentu orang dayak menebang pohon. hanya hewan babi saja yang boleh di buru.

suku suku lain, saya kira mempunyai sistem yang tak kalah "canggihnya" dalam memahami alam. mereka orang-orang yang mengenal dan bersahabat karib dengan alam di sekitarnya. karena mereka merasakan hubungan yang saling menguntungkan. dengan tetap menjaga dan saling memahami, alam tak menggejolak.

mbah maridjan sangat mengerti betul bahasa alam. sangat memahami maksud tanda-tanda setiap gerakan lava, hembusan awan panas dan suara gemuruh yang ditimbulkan merapi. ia selalu melarang orang-orang  mengeruk pasir hitam dengan alat-alat berat. dengan mayarakat sekitar ia menjaga setiap sarang elang hitam dari jarahan penserakah. dan lainya.

sehingga ketika orang mengungsi, takut merapi yang diperkirakan segera meletus, dia tetap tenang. bukan artinya kita menolak teknologi lo. teknologi kan hanya sarana membantu, menegaskan tanda-tanda yang sudah ada sebelumnya. buktinya gempa itu tak terdeteksi sebelumnya.

untuk orang-orang yang telah mengal tanda-tanda alam, kejadian gempa jogja itu sudah diduga. bahkan kira-kira tanggal 4, 5 atau 6 katanya merapi akan meletus lagi. kita tunggu aja coba,  kekekekkekek

dailyMay 29, 2006 8:15 am

bulan di dalam tempayansenangnya dapat bonus. sekian waktu tertunda lalu detik yang dinantikan itu tiba jua, telat dua hari yang dijanjikan, bonus  kuartalan itu sangat berarti. sepertinya akhir bulan terasa tak penting lagi. memang jumlahnya tak menyamai, tapi tetap saja membahagiakan.

aku menjadi anak kecil yang mendapatkan mainan baru. benar-benar senang. rencana-rencana sudah tergelar.  otak kiri dan kanan saling membombardir satu-sama lain. belum ada yang menang, lalu hati datang menengahi.

terbersit pemikiran, kenapa menjadi senang ketika mendapatkan bonus?  kenapa nyesek ketika bonus tertunda beberapa kali?

rupanya aku masih sangat tergantung pada benda-benda. ketika ada benda-benda di sekitar yang menurut orang-orang berharga, saya senang. namun ketika benda-benda itu jauh, aku mengejar-ngejar. kadang sampai membohong, mencuri yang menumpahkan darah.

padahal dengan adanya benda-benda itu, aku akan selalu was-was, khawatir dan berprasangka. lalu untuk apa aku mengejar sesuatu yang membuat hati tak tenang? kita tak lagi menjadi tuan, tapi satpam. rumit memang. kalau tak waspada, bisa terjebak menjadi penjaga benda-benda yang habis-habisan kita kumpulkan.

celakanya dengan banyak benda yang kupunya, orang-orang akan memperlakukan baik. berbede ketika mereka melihat orang-orang  papa.

aneh, sebegitu dahsyatnya daya pukau benda-benda? mungkin orang-orang itu salah? atau pendapatku saja yang salah belaka? kayaknya tak sepenuhnya benar. benda-benda itu penting, namun bukan tujuan utama kan?

ada yang bilang kebahagiaan / kedamaian hati tidak datang dari benda-benda di luar diri kita. kebahagiaan berasal dari dalam. bagaimana kita memanaj hati dan pikiran. kalau pikiran kita jernih, tenang, kebahagiaan akan datang dengan sendirinya.  betatapun kisruhnya keadaan di sekitar, tak lagi terpengaruh.

untuk mencapai tahap diatas materi itu, tentu sangat berat. harus bisa menghilangkan keinginan-keinginan duniawi yang selalu meliputi. hati yang bersih itu mirip bayangan bulan di dalam tempayan. agar bulan selalu terlihat jelas, air tempayan harus tenang.

untuk membuat air tempayan tenang,  caranya dengan mengumpulkan ilmu sebanyaknya. karena dengan ilmu dia akan menjaga. kalau aku mengumpulkan benda-benda, aku hanya akan menjadi satpam. air did alam tempayan selalu bergoyang, dan bulan tak kan pernah terlihat.

dailyMay 15, 2006 8:53 am

bikhsuada yang baru di metroteve pada hari raya waisak kemarin. selama dua hari itu, dia membahas tentang budha. antaranya: Archipelago: BOROBUDUR HERITAGE, Expedition: PESAN SAMBHARA BUDHARA dan Oasis: ‘MEREKA YANG MERAWAT BOROBUDUR. program itu disponsori penuh oleh gudang garam (produsen rokok).

iklannya sungguh sangat menarik. para biksu, orang-orang baik itu mengucapkan kalimat-kalimat yang sungguh mencerahkan. salah satu yang aku ingat: tempatkan harga hidup diatas harga diri, tempatkan harga diri diatas harga materi. hmmm dahsyat kan?

ternyata orang-orang baik tak hanya berasal dari agama atau keyakinan tertentu. aku merasa aneh ketika masih saja ada teman yang beranggapan keyakinan orang lain lebih buruk daripada keyakinan yang dianutnya.

mestinya publikasi keyakinan-keyakinan yang ada di sekitar kita harus lebih gencar dan terus menerus. biar anak-anak makin tahu, ada begitu banyak cara berdoa yang ada. ada yang dengan berdirimenunduk dan mencium tanah. ada yang dengan bernyanyi, ada yang dengan duduk bersila. dan ada  yang memakai tarian-tarian.

tempat untuk iabdahnya pun sangat unik. sebagian berdoa di rumah yan berkubah bulat gendut. yang lain memohon di rumah beratap tinggi langsing menjulang ke langit. sebagian yang lain di sebuah candi. ada juga yang tempat ibadahnya mirip kepala sapi yang bertanduk panjang.

aku yakin, anak-anak akan mempunyai perbendaharaan visual yang kaya.

mereka juga akan lebih akrab dengan warna-warna. warna putih, warna kuning atau warna hitam. pasti mereka tak akan shock atau berprasangka ketika melihat sekumpulan orang berpakain putih-putih, atau kuning emas. indah nian ketika mereka nanti akan menghormati temannya yang dari daerah toba menerapkan ajaran parmalim nya. atau teman yang dari blora yang beragama adam. atau sebagian orang jawa yang menganut pangestu.

sayang sekali, mereka tak pernah diekspos oleh media. maklum mungkin saja mereka tak punya uang untuk membeli spot/ space  iklan di media. mestinya departemen agama kali ya yang punya kewajiban itu.

sehingga indonesia yang super unik, akan terus tenanng dan nyaman. tak ada orang-orang yang berprasangka. tak ada orang yang mengklaim dirinya paling benar. dan yang dahsat lagi, indonesia bisa menjadi negeri di aawan, yang ada hanya ketenteraman dan kebahagiaan.

dailyMay 8, 2006 3:12 am

hhhbunuh diri, sebagian orang melihatnya sebagai suatu yang terlarang. bunuh diri adalah perwujudan bentuk putus asa yang tak terperikan. orang akan bunuh diri ketika merasa tak ada jalan keluar dari masalah yang membelitnya. aku melihatnya orang bunuh diri itu tak percaya Tuhan lagi.

namun beda dengan yang pandangan orang korea. empat dari sepuluh orang korea berpikir, bunuh diri adalah hak setiap orang. dalam survey yang melibatkan 1.503 responden umur 15 tahun ke atas itu menyebutkan 38.8 persen respondent mengatakan, mereka mempunyai hak untuk membunuh diri mereka sendiri.

survey ini dilakukan oleh institut kesehatan korea bekerjasama dengan departemen sosial.  sebanyak 27 persen membolehkan orang tua membunuh anaknya daripada meninggalkan anak itu sendirian.

26 persen beranggapan alasan yang menyebabkan bunuh diri adalah  tak bisa memecahkan masalah serius.  dan satu-satunya cara hanay dengan bunuh diri. sementara 71.7 persen  mengatakan mereka memahami ketika seorang pasien sakit keras melakukan bunuh diri.

93 persen responden percaya, konseling dan penyembuhan dapat mencegah seseorang untuk membatalkan niatnya untuk bunuh diri.

banyak sebab yang memunculkan ide untuk meninggalkan dunia ini. empat persen karena menderita depresi.  20.8 persen  telah mempertimbangkan untuk membunuh dirinya. dan lima orang mengatakan telah mencoba melakukan bunuh diri.

banyaknya kasus bunuh diri itu juga dikarenakan adanya publikasi kasus bunuh diri yang berlebihan. 82.2 persen responden menganggap, mereka membubuh dirinya karena terinspirasi oleh  selebriti dan politikus yang juga melakukan . 70,4 persen opera sabun dan film memperlihatkan terlalu banyak adegan bunuh diri.

dalam survey itu tak disebutkan agama responden.