film ini bercerita tentang anak-anak yang mencari sosok ayah dan ibunya. suh atau yang panggilannya nan na sejak usia 4 tahun sudah ditinggal ibunya, entah kemana. lalu ibunya datang lagi dengan membawa bayi perempuan, ohgi. lalu perempuan itu menghilang lagi.
keduanya tinggal bersama neneknya di gubug reot yang letaknya dekat dengan muara. selain mencari belut di tempat berlumpur setinggi paha orang dewasa, nenek gendut itu juga menanam sayuran. nan na yang disuruh menjaga siang itu meninggalkan ohgi dengan mengurungnya dalam rumah terkunci.
tentu saja neneknya marah besar. tak kapok, lain hari ia mengikat ohgi dengan kain putih di sebuah pohon. dengan begitu ia bebas meninggalkannya. sayang karena kurang gisi, ohgi menderita kelainan di tulang belakangnya. ohgi menjadi gadis kecil yang bungkuk.
film ini hanya bercerita tentang kesedihan hidup. tapi gambar-gambarnya indah. suasana alam korea berhasil dipotret dengan indah. sungai yang jernih airnya, alam pedesaan yang hijau dan masih jauh dari polusi.
nan na rupanya malu mempunyai adik yang tidak normal. suatu siang ohgi mengantar nasi ke sekolah dan kehadirannya dijadikan cemoohan teman-teman nan na.
"jangan pernah kesini lagi, kalau nekat aku akan membunuhmu", ancam nan na. nan na sudah sering kali mendapat hukuman dari guru, ia membawa bh ke sekolah. ketika ditanya gurunya, ia mengatakan mendapatkan barang itu dari anjingnya.
diam-diam guru perempuan nan na, mengikuti seekor anjing yang mencuri sandalnya. anjing itu menuju rumah nan na. saat itulah guru sd itu bertemu ohgi. "kenapa semua orang tidak suka ohgi?" tanya ohgi. dari percakapan itu, ohgi mendapati semangat menjadi anak yang lebih ceria.
kecapekan, nenek kedua bocah itu sakit. lalu salah satu pamannya memindahkannya ke soul. oleh suatu yayasan ohgi diambil untuk diasuh agar hidupnya lebih baik. ohgi bekerja di sebuah konveksi. tugasnya hanya mengantarkan sesuatu ke penjahit-penjahit yang jumlahnya sangat banyak. nan na menjadi pengantar koran.
tak lama keduanya pergi dari tempatnya bekerja untuk mencari orang tuanya.
dari neneknya nan na akhirnya tahu ohgi bukan adik kandungnya. sejak itu nan na membenci adiknya. kedua anak itu bisa membayangkan ibunya hanya dari jepit rambut yang diselipkan ke selimut ohgi waktu masih bayi. lalu nan na mencari seseorang yang dianggapnya sebagai ibu.
nana menyuruh ohgi menemui seorang perempuan pemilik bakery dan menyerahkan jepit rambutnya. dan perempuan itu mengira anak itu menukarkan dengan sebungkus kue. karena gagal, nan na menyuruh ohgi sekali lagi menemui perempuan itu, tapi di rumah. nan na ingin berpisah dengan ohgi karena dianggapnya merepotkan.
cerita berakhir dengan tetap sedih. kedua anak itu tentu saja tak menemukan kedua orang tuanya. tapi sejak keterpisahannya karena ohgi di kirim ke kantor polisi dan diambil seorang koordinator pengemis anak-anak, kedua anak itu makin akrab. film drama korea selatan ini judul aslinya chosungdalgwa pambae. artinya persisnya tidak tahu, mungkin crescent moon / bulan sabit. kekkekekekekke
pengkhianatan itu tak selalu menyakitkan. namun hukum karma akan memburu pelakunya.

