kartinisejak kemarin sore, keponakan saya yang cowok berisik mempersiapkan hari kartini. Ibunya mondar-mandir mencarikan pakaian daerah jawa tengah untuk seukuran anak tk. Beruntung anak itu menemukan baju "beskap" lengkap dengan keris dan selopnya di sebuah persewaan baju pengantin. pagi-pagi ini ayahnya mengantar ke sekolah dengan menggendong, karena ia kesulitan berjalan.

saya kira banyak sekolahan tk-sma yang mengingat kartini, pejuang persamaan hak perempuan dengan lelaki itu hanya dengan upacara setiap ulang tahunnya  21 april. masih sama ketika aku sekolah sd. hari "keramat" itu dimaknai hanya sebagai pengingatan yang hambar makna.

mirip seperti upacara pendera tiap hari senin, bedanya peserta berpakaian daerah-daerah seluruh indonesia.

setelah 127 tahun kelahiran kartini ( 1879) di rembang jawa tengah, tuntutan kartini belum banyak yang terwujud. masih banyak perempuan yang tak mandiri. karenanya ia menjadi objek "kekuasaan" para lelaki. masih banyak perempuan yang tidak sekolah. masih banyak perempuan yang menganggap dirinya memang lebih rendah dari lelaki. dan celakanya kelompok lelaki menikmati keadaan itu.

tentu saja kartini belum puas dengan pencapaian kaumnya saat ini. masih ada banyak kerja besar yang harus diselesaikan. walaupun banyak juga perempuan yang telah mencapai apa yang diinginkan kartini.

kepeloporan kartini dalam bidang penulisan, pelukis dan pendidikan itu dibukukan pertama kali pada tahu 1911 di semarang, surabaya dan den haag dalam bahasa belanda ( door duisternis tot licht). lalu armijn pane mengalihbahasakan kedalam bahasa melayu ( habis gelap terbitlah terang) dan balai pustaka menerbitkannya tahun 1920.

tak hanya itu, tahun 1930 diterjemahkan ke bahasa sunda. tahun 1938 terbit dalam bahsa jawa. entah kira-kira apa ya judulnya? 43 tahun kemudian sulastin sutrisno menerbitkan kembali ke dalam bahasa indonesia, surat-surat kartini renungan tentang dan hak bangsanya. tak ketingalan pramudya ananta tur menulis dari sisi yang beda: panggil aku kartini saja pada juli 2003.

tak ketinggalan depdiknas melakukan riset dan penjelajahan pribadi kartini danmenuliskannya dengan i judul biografi kartini. pandangan-pandangan kartini tentang agama dan Tuhan, dibukukan oleh Th sumartana, direktur interfidei (dialog antar agama).

ternyata tak semua orang menganggap hanya kartini lah yang memperjuangkan persamaan hak. mariane katoppo  yang novelnya raumanen akan diterbitkan lagi itu salah satunya. ia menganggap ada perempuan lain yang juga tak kalah hebatnya dengan kartini: cut nyak din, dewi sartika misalnya. mungkin saja pemerintah "khilaf" sehingga hanya ulang tahun kartini yang diperingati secara nasional.

masih menurut mariane bisa jadi kartini memang sengaja diciptakan oleh kompeni yang memang saat itu sedang melaksanakan oplitik etis. sehinga terkesan belanda itu bangsa baik budi yang tak hanya menjarah kekayaan tapi juga memajukan bangsa indonesia.

tapi sudahlah, hari peringatan itu kayaknya tak penting benar. kalau hanya seremonial belaka, apa maknanya? yang lebih penting berusaha mewujudkan cita-cita para pejuang itu dalam kegiatan keseharian. tak hanya para perempuan, laki-laki pun harus rela menyediakan "ruang". seperti keponakan saya yang cowok, harus rela bersusah-susah mencari seragam barunya itu. ")